Ceritanya…..

Hari ini saya mendapat driver grab yang adalah seorang laki-laki Bali usia milenial asal Gianyar. Dari rangkaian cerita sepanjang perjalanan sekitar selama satu jam, meluncurlah cerita kalau si Bli Bagus Gianyar ini ada campuran bule dari garis keturunan nenek. Dia berkulit gelap dengan wajah mirip-mirip India. “ganteng nok” begitu kata ekspresi orang Bali.

Bagaimana saya bisa tahu itu?
Tentunya berasal dari seperti biasa, tampang bule saya ini selalu mengundang pertanyaan standard
“pak dari mana asalnya?”
dan dilanjutkan
“kok sudah lancar bahasa Indonesiannya?”
Dan lanjut lagi dengan asumsi dan pernyataan orang lain
“oh sudah Indonesia!”
Satu pertanyaan lagi
“lalu disini tinggal bersama keluarga?”

Hahahahahah…… well… well… well…. Rutinitas rangkain pertanyaan ini sangat Indonesia dan diskriminatif terhadap saya sebenarnya. Tetapi, karena sudah biasa menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini, sayapun sudah mempunyai jawaban apa adanya. Ini bagian dari ilmu psikologi massa on how to handle strangers in front of you.

Obrolan selanjutnya, saya lupa apa source nya…… tetapi rupanya si Bli Bagus Gianyar ini dari keluarga berada. Narik grab ini, kerja untuk membiayai atau nyari bekal buat holiday ke Nepal bersama cewenya.
Katanya …. “pengennya saya tidur dan bangun sudah April berangkat libur ke Nepal” imbuhnya “tapi kalau tidur saja kan saya ndak punya bekal nanti, jadi ya ini saja kerjain dulu”
Dalam hati saya berpikir… keren juga nih anak tahu caranya kerja keras dan bersenang-senang
Dengan lugasnya si Bli Bagus Gianyar ngasih tahu, “saya sebenarnya suka ke Jepang, tetapi cewe saya yang sekarang ini memasukkan Jepang dalam daftar destinasi coret. Karena saya pernah ke Jepang dengan cewe saya sebelumnya”.
Dan saya pun tertawa ngakak. Belum juga tertawa selesai si Bli Bagus Gianyar melanjutkan “trus sekarang untuk ke yang Nepal ini harus via Thailand. Jadi sayapun ngambek-ngambek-kan ndak mau ke Thailand sambil bilang – “kan geg pernah ke Thailand sama cowonya dulu” – padahal saya sebenarnya ndak apa sih, cuman biar seru dan bikin senang. Cewe kan gitu pak bahagia kalau dicemburu-cemburuin”
Dan sekali lagi saya ngakak sambil bilang “sangat manusiawi… tapi kan kalian tahu past is past” dan imbuhnya…. “pesawat harus transit di Bangkok 8 jam, saya bilang ke cewe saya –“saya ndak mau keluar airport ah. Pokoknya ndak ada stempel visa Thailand” – eh cewe saya setuju. Dan saya yang jadi bingung sekarang. Padahal saya maunya 4 jam tinggal di hotel transit yang deket-deket airport”

Demikian salah satu cerita driver grab si Bli Bagus Gianyar.

Jadi my girls…..
Cowo atau Para Pemuda itu sangat tahu cara menyenangkan kalian, tetapi juga tahu on how to tricked you untuk memenangkan perhatian kalian, girls.
Please beware strong current yach….. Itu apa tuh yang demonstrasi-demonstrasi kemarin tentang sekamar dengan pasangan?

Di jaman saya remaja ada serial novel ROMPIS = Roman Picisan yang difilmkan juga dan inilah Real Life Story nya yang saya dapatkan langsung dari si pelaku yang saya beri nama si Bli Bagus Gianyar.

Please enjoy your weekend my gaes

Jeffrey Wibisono V.
Bali, 06 October 2019