Ceritanya….

Di pagi menjelang siang tadi, saya menuju ke-undangan dengan menumpang grab.
Driver grab hari ini adalah lelaki paruh baya yang cara berbicaranya masih sangat kental dengan aksen Melayu Sumatera Utara.
Jarak tempuh sekitar 10 km dari area perumahan tempat pick-up point saya.
Rupanya masa tempuh untuk jarak tersebut sekitar satu jam, sehingga kami dapat berbincang banyak dan saya mendapatkan insight of life yang cukup menarik dari bapak driver ini.

Si bapak tinggal di Bali dari tahun 1994. Bisnisnya adalah berdagang sepatu kelas bawah khusus di pameran.
Dalam era digital dan ramainya lalu lintas perdagangan via online, saat ini selera konsumen sudah berubah. Dagangan sepatu murah si bapak seharga 50ribuan sudah tidak ada lagi yang merubung. Untuk berdagang di pameran biaya sewa tempat 150 – 200 ribu per hari. Itupun sudah bisa tidak terbayar. Ditambah lagi sekarang stok barang dari distributor semakin minim.
Ketika saya bilang “saya sih ga mau beli sepatu online pak, karena pernah beli ternyata ukurannya tidak sesuai”
Spontan si bapak membuka rahasia… “Kalau yang keluarnya dari satu pabrik dan ukurannya pasti sama pilih yang mereknya HomyPed, Ardiles, New Era dan Carvil”
Nah! I Got it dan langsung termemori ini. Imbuhnya… “Tapi canggunglah kelas atas pakai sepatu kelas bawah walau model bagus-bagus dan menarik”.

Selanjutnya… Si bapak berbicara Soal keuangan. Saya menyimak dan terkesiap dengan kata-kata bijak ala Melayunya. Katanya

“Kalau soal uang, pada saat perlu sekali saya minta bantuan teman dengan “atas nama pinjam”. Kalau bilang sebulan, ya sebulan lah harus kembali. Lebih lebih hari sedikit tak apalah. Ada saat kita harus bilang “atas nama minta” kalau benar-benar dalam situasi kepepet, karena kalaupun bilang atas nama pinjam, tak mampu pula kita mengembalikan.
Tapi… Itupun kan cukup sekali.
Tahu dirilah kita. Jangan buat saudara dan teman merasa tak nyaman kalau terus-terus namanya “tuman”. Bisa malah dari jauh lihat kita sudah menghindar-menghindar pula, karena dilihatnya kita akan meminta lagi dan lagi. Tahu malulah kita”

Sampai di pembicaraan itu, mobil melambat dan beralih topik. Rupanya di jalur kiri ada sekelompok polisi lalu lintas melakukan tugas rutinnya. Razia kendaraan di tempat biasanya di jam biasanya.

Maka… Komplitlah pelajaran hidup saya hari ini untuk bekal tambahan materi naik panggung.
Masih ingat branding saya?
Yes … “Real Life Situation Trainer and Public Speaking”

 

Jeffrey Wibisono V.
Bali, 04 Oktober 2019