“Uang tidak pernah benar-benar menunjukkan siapa kita. Ia hanya menyorot, dengan lampu yang terlalu terang, apa yang diam-diam kita sembah.”
“Ada perundingan yang selesai di atas meja.Ada yang baru benar-benar dimulai sesudah pintu ditutup.Tetapi yang paling sunyi, yang paling menentukan,
“Ada orang-orang yang tampak menjauh bukan karena membenci dunia, melainkan karena akhirnya mereka sadar: tidak semua yang dekat itu sehat,
“Hati yang matang bukan hati yang tak pernah marah, melainkan hati yang tahu kapan harus mengalah, kapan harus bergeser, dan
“Ada orang yang datang membawa tawa, lalu diam-diam mengukur seberapa jauh ia bisa mengambil dari kebaikan kita.Dan ada saatnya, memutus
“Ada luka yang tidak pernah mencari suara,tapi diam-diam tumbuh menjadi gema di dalam dada.” . Malam itu, Jakarta tidak sedang