Imagination, Dedication, and Passion
"My life is full of unlimited possibilities" -Pablo Valle-
profile jeffrey wibisono

A Profile, Jeffrey Wibisono V.

You Know My Name, Not My Story

Nama saya Jeffrey Wibisono V. Dan bagi saya, nama bukan sekadar panggilan. Ia adalah jejak. Ia adalah tanggung jawab. Ia adalah brand yang hidup. Website ini lahir bukan dari ambisi, melainkan dari dorongan orang-orang yang percaya— bahwa perjalanan yang dijalani dengan jujur layak untuk dibagikan, bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk direnungkan. Imagination, Dedication, and Passion bukan saya ciptakan sebagai slogan. Ia tumbuh. Mengalir. Menyusuri perjalanan karier saya di dunia perhotelan— sebuah perjalanan yang dimulai dari posisi paling bawah, lalu perlahan climbing up the ladder dengan jalur yang tidak selalu lurus. Zig-zag. Sunyi. Kadang tertunda. Namun selalu nyata. Dalam lebih dari satu dekade terakhir, saya kerap dipercaya berada di fase-fase paling rapuh sebuah bisnis: pre-opening, rebranding, atau properti yang telah mapan namun kehilangan denyutnya. Di sanalah saya belajar, bahwa membangun bukan hanya tentang sistem dan strategi, melainkan tentang keberanian, kesabaran, dan kepekaan membaca manusia. Almarhum Pak Gede Ardika, Menteri Pariwisata Republik Indonesia (2000–2004), pernah secara informal menyebut saya sebagai “tukang revitalisasi.” Bukan pujian yang saya kejar, melainkan makna di baliknya: kemampuan untuk menghidupkan kembali, atau menumbuhkan sesuatu agar memiliki arah dan masa depan. Di titik inilah saya memahami satu hal penting: Namaku adalah identitasku. Brandku adalah caraku hidup. Dan apa yang saya bangun hari ini, akan menjadi warisan esok hari. Saya adalah Namaku Brandku— sebuah proses menjadi, bukan sekadar terlihat. *** My name is Jeffrey Wibisono V. And to me, a name is never just a label. It is a footprint. A responsibility. A living brand. This website was not born out of ambition, but from the gentle encouragement of those who believed that a journey lived with honesty deserves to be shared—not to impress, but to be reflected upon. Imagination, Dedication, and Passion was never meant to be a slogan. It emerged naturally, flowing through my career in hospitality— a journey that began at the very bottom, climbing the ladder slowly, along a path that was rarely straight. Zig-zag. Quiet. Sometimes delayed. Yet always real. For more than a decade, I have often been entrusted with moments of fragility: pre-opening phases, rebranding processes, or established properties in need of new breath. There, I learned that building is not only about systems and strategy, but about courage, patience, and the sensitivity to understand people. The late Mr. Gede Ardika, Indonesia’s Minister of Tourism (2000–2004), once informally described me as “a revitalizer.” Not a title I pursued, but a meaning I carry— the ability to bring life back, or to nurture something new until it finds its direction and future. And it was there that I realized: My name is my identity. My brand is how I live. And what I build today will become my legacy tomorrow. I am Namaku Brandku— not a finished statement, but a continuous becoming.

Read More

An Update From Me

Cerpen urban emosional tentang Panji yang belajar tak mengambil penilaian orang secara personal, membangun nilai, cinta, dan ruang pulang di Jakarta.

Bebas

“Kebebasan paling sunyi adalah ketika kamu berhenti menjadikan penilaian orang lain sebagai alamat pulangmu.” . Pagi di kota selalu dimulai
 

Jeffrey
Wibisono

Imagination, Dedication, and Passion