Malam Memilih Temaram, Aku Menyongsong Siang

Malam
Kamu duduk dihadapanku
Di satu lembayung senja
Memandangku
Berhitung tentang waktu selama bersamaku

Dan aku berbisik lirih
Malam
Aku tahu kamu tidak akan pernah bersamaku selamanya
Dan ini saatnya kamu meninggalkan aku
Menuju temarammu
Melangkah, jalan, lari dan terbanglah meninggalkan aku
Kejar gelapmu
Jangan pikirkan lagi tindakanku selanjutnya
Dalam sendiriku kemudian

Aku lara
Aku merana
Aku akan bahagia
Jangan mencari tahu tentang aku
Karena itu akan menyakitimu
Jangan berkabar lagi kepadaku
Menyakiti temaram yang bersamamu

Malam
Setiap lembayung senja tiba kembali
Aku terkenang saat-saat kita berdua
Mengganggu setiap hariku
Aku mendesah
Menerawang gelapmu
Aku berpeluh mengusir kenanganku bersamamu
Penuh lara
Sendiri

Sampai saatnya tiba
Setelah hitungan dua belas purnama
Siang datang menyongsong terangku
Bersinar
Menghadirkan benderang

Malam
Maafkan aku
Telah mampu melupakanmu
Untuk hidup dalam siang
Dan ceria bersama siang benderangku

Jeff/
Bali, 20 Agustus 2012

Leave a Reply