5 Things I would like to do more

.

Begitu saya membaca angka lima (5) yang pertama terbersit secara instan di benak saya adalah Panca Indra. Anda pada sudah tau kan panca indra itu apa saja. Lalu, dari kelima fungsi tersebut indra yang mana harus lebih baik?

Well…… dengan bertambahnya usia, fungsi-fungsi jasmani itu rasanya juga berkurang dan masih bisa pakai alat bantu dan perawatan tubuh. Kerennya saya bisa bilang, “I would like to grow old gracefully”. Saya percaya banyak teman-teman saya yang dengan gender perempuan punya prinsip “I don’t mind cosmetic surgery for the beauty”.

 

Tetapi….. mosok saya cuma ngurusi fisik. Ndak, rasanya kok bukan saya kalau begitu. Dalam banyak hal saya ini makhluk sosial. Dalam doa-doa saya, – saya selalu mohon untuk diberi berkat sehat sejahtera jiwa dan raga, diberi kecukupan dan rejeki yang halal oleh Yang Maha Kuasa Sang Pencipta Alam Semesta, sehingga saya bisa menjadi saluran berkat bagi kesejahteraan orang banyak dan makhluk ciptaanNya.

 

Saat masih anak-anak, saya seringkali melamun dan memimpikan apa yang akan terjadi saat telah tumbuh dewasa. Saat itu, saya selalu percaya bahwa segala sesuatu sangat mungkin untuk terjadi. Saya dari SD sudah mulai menulis puisi, prosa, menggambar, dansa dengan irama lagu Latin, juga menerjemahkan lagu kanak-kanak seperti bintang kecil ke dalam bahasa Inggris.

Hanya saja, saat telah tumbuh dewasa dan sibuk bekerja, saya mulai kehilangan kemampuan untuk bermimpi. Saya tidak banyak bermimpi karena menjalankan rencana harian, mingguan, bulanan juga tahunan. Sudah terpola. Dan saya malah mewujudkan mimpi orang lain, yaitu mimpi pemilik perusahaan tempat saya bekerja.

 

Maka, hal pertama yang saya bangun sekarang adalah MIMPI saya sendiri.

Apa saja mimpi-mimpi itu? Saya ingin menerbitkan buku filsafat pertama saya dan menjadi best seller. Lalu kembali naik panggung untuk menjadi pembicara handal di Indonesia, sebagai seorang Motivational Inspirator. Lalu dari penghasilan yang saya dapat dari kedua aktivitas tersebut, saya ingin membangun institusi pendidikan pelatihan semi sosial, semacam kursus singkat, supaya pelajarnya siap kerja dengan keahlian setara dengan standard kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia industri.

Satu lagi mimpi saya adalah membangun, memiliki dan mengelola Luxury Eldery Home untuk saya tinggal, tetapi juga untuk tempat tinggal teman-teman yang hendak menghabiskan masa tuanya dengan tetap mempunyai penghasilan sendiri dari berbisnis digital. Tidak perlu klinik dan semacamnya, karena lokasi yang saya pilih adalah di pusat kota yang punya akses dekat ke Rumah sakit, Mall dan tempat rekreasi. Tidak boleh jauh-jauh dari tempat itu, karena orang tua kan kakinya gampang pegel dan kaku kalau kelamaan duduk di mobil.

Recall di website www.jeffreywibisono.com; Disitu saya sudah memasukkan konsep Imagination, Dedication and Passion…. itu milik saya. Dan hal-hal inilah yang harus dicatat kembali dan dibangun terus untuk menjadi bagian dari masa depan saya.

Pasti, mimpi akan menjadi nyata, saat saya percaya pada kemungkinan tercapainya mimpi-mimpi tersebut.

Caranya? Supaya saya ndak dibilang “HALU” atau lengkapnya dari kata halusinasi ya masuk ke mapping the needs dulu. Bikin Action Plan seperti waktu masih aktif jadi salesman hotel. Jika telah mengetahui apa yang diinginkan di masa depan, maka saya dan kita semua perlu mengambil tindakan dan mulai menetapkan tujuan jangka panjang, menengah, dan tujuan jangka pendek.

 

Saya telah berani Keluar dari Zona Nyaman dari setahun yang lalu. Mengambil keputusan berdasarkan pemikiran liar saya yaitu Happiness Over Money. Apa artinya saya mempunyai uang dan materi yang berlebihan? Oraaaaa… saya tidak punya harta berlebihan atau berlimpah. Tapi cukup dan punya perhitungan.

Setiap orang pasti memiliki rasa takut akan sesuatu hal dan inilah yang harus saya tanggulangi dan hadapi. Sering kita hanya perlu mendengar kata-kata orang bijak yang mengisi energi positif kejiwaan dan pemikiran kita. Omongan di luar itu yang ndak bermutu ndak usah digubris. Keep moving on berproses untuk yang terbaik bagi saya sendiri sesuai mimpi tadi. HELP….. itu yang saya teriakkan, karena saya memang tidak bisa mewujudkannya sendiri. Semua perlu ekosistem dan saling ketergantungan dengan orang lain. Tetapi ikutlah dengan pepatah “birds of a feather flock together”

 

Saya ingin mengubah hidup menjadi lebih baik, maka saya terus belajar untuk menguasai rasa takut. Sampai perasaan takut tersebut tidak lagi menghantui saya. Dengan upaya yang bagaimana? Saya terus terus menerus berinvestasi masuk beberapa kelas skill training seperti kelas Public Speaking, Digital Marketing, Mindfulness, bahkan kursus Alkitab. Di kelas-kelas ini saya berinteraksi dengan orang-orang yang baru saya kenal di tempat itu. Get the Positive Vibes karena bisa setara dan mengerjakan tugas bersama selama di kelas maupun setelahnya. Membuka network dan wawasan baru. Jadi ketakutan adalah pikiran yang tidak nyata, tetapi kita mempercayai bahwa itu benar adanya. Patahkan. Ciiiiaaaatttt……!!!!

 

Disini saya merasakan, gairah terus belajar, terus mencari pengetahuan baru selalu saja ada yang baru saya ketahui dan harus pelajari. Haus, lapar dahaga gitu rasanya…. Pengalaman kerja dan ilmu saya selama ini ternyata masih shallow, cetek, dangkal.

Jujur…. sering ndak PeDe juga menimba ilmu saat ini. Transformasi Digital yang saya tekuni, setiap hari alogaritmanya berubah. Harus tekun, rajin mengamati, mereview dan menganalisa lalu mencoba lagi. Terus menerus, konsisten. Kasarnya kalau jualan, belum ada yang beli, artinya belum masuk pasar yang tepat. Maka terus saja jualan jangan putus asa. Nanti-nanti Tuhan akan menggerakkan orang untuk membeli jualan kita. Amin……!

 

Jadi apakah saya sudah menuliskan 5 Hal untuk Mengubah Hidupku Menjadi Lebih Baik?

Hahahhah…. nanti saja ngitungnya. Nanti keburu keduluan komen masuk, seperti teman-teman yang sudah ngasih ide di tulisan saya sebelumnya.

 

Ya ditulisan inilah bahasan saya tentang Urip Iku Urup. Masuk lagi ke filsafat Jawa. Pada dasarnya setiap individu memiliki tiga jenis kecerdasan, yang mana masing-masing dari kecerdasan itu memiliki fungsi yang sangat berarti. Ketiga jenis kecerdasan itu adalah Intelektual (IQ), Emosional (EQ) dan Spiritual (SQ). Idealnya kecerdasan yang kita miliki dan kelola adalah seimbang.

Urip Iku Urup dari bahasa Jawa yang bahasa Indonesianya adalah Hidup itu Nyala mempunyai makna filosofi ini luar biasa, hidup kita harus punya nilai manfaat yang selalu memberi cahaya yang terang agar setiap langkah kita dan saudara-saudara kita dapat berjalan ke arah kebenaran. Bahwa kita dilahirkan di dunia ini bukan untuk berdiri sendiri, berkuasa dan semua hanya untuk diri sendiri, akan tetapi kita lahir untuk saling memberi, menolong dan membantu sesama tanpa ada rasa pamrih. Manfaat yang kita berikan ibarat api yang menyala, api bukan berarti bara yang membakar dan memusnahkan apa saja, tetapi api memiliki makna sebagai cahaya yang selalu menyala dan menyinari setiap langkah manusia ke jalan yang benar.

 

Nah… pada titik ini, saya hendak permisi….

Hendak berangkat berlatih mindfulness, sadar diri, mengenali nafas secara konsisten biar naik tingkat. Salah satu yang harus dilatih sebenarnya meditasi. Tapiiii ….. maaf, saya belum sukses.

Tolong dibantu mencatat, meditasi ini menjadi yang nomer 5 nggih?!

Matur sembah nuwun

 

#uripikuurup

#indahnyaberbagi

#bersamaitucolourful

#sadardiri

#mindfulness

.

Jeffrey Wibisono V.

Bali 20 Agustus 2019