Dear foodies and gastronomy friends,

Kali ini saya menjadi tester Pork Dishes kiriman dari Bogor dengan label Dapoer Cemonk . Yes, ini menarik karena justru kehadiran tiga (3) varian Frozen Food berbahan baku daging babi dari Jawa Barat yang notabene punya spesialisasi banyak makanan terkenal dari asinan Bogor sampai termasuk macaroni panggang.

Oh iya, pengirimnya ini adalah Ben Adisurya Mizutani. Saya bertemu Ben di Bali pada tahun 2015 saat kami sama-sama aktif di komunitas travelpreneur internasional. Kemudian kami stay in touch sejak saat itu. Agenda kirim-kiriman ini terjadi dari hasil postingan di FB saya yang mengungkapkan kalau saya punya rencana menulis review makanan yang saya konsumsi secara subyektif.

Sepertinya momentum postingan saya tepat waktu dan Ben adalah orang pertama yang merespon dengan antusias di wall dan lanjut ke private message via WA. Ben ini aktifitasnya banyak …. He is a dog lover yang sering mengadopsi anjing yang tidak bertuan bersama komunitasnya. Juga, dia bersertifikat Coffee Roasting Master sebagai pengusaha kopi bermerek Oden Koffie di Bogor. Sekarang rupanya Ben masih bisa menambah kegiatan dengan mengembangkan bisnis frozen food.

Menelaah catatan perjalanan paket Frozen Food ini, I noticed ada discrepancy waktu.

Yang tercantum di AWB = Airway Bill Paxel adalah

Pickup: 4 Jul (10:00 – 12:00)

ETA = Expected Arrival di penerima yang adalah saya: 05 Jul (18:00 – 22:00)

Dan kiriman saya terima pada 7 Juli 2020 pukul 11.11

Saya bongkar paketnya dengan membuka satu persatu pembungkus yang di-seal dengan isolasi bening. Cukup rapi. Lalu, pada bagian yang saya pikir adalah lapisan pembungkus terakhir berupa kotak styrofoam, ternyata masih ada lagi bungkusan bubble plastic. Ketika saya ambil bungkusan itu, I got surprise, ternyata item dalam kondisi dingin es. Penasaran dong…. dan ta..raaaa…. walau sudah terlambat kedatangannya, kondisi frozen food hadir dalam keadaan baik-baik saja dan layak makan. Ketika si bubble plastic hendak saya masukkan tempat sampah, eh nongol thermafreeze seukuran gula sachet sebanyak dua (2) pieces.

Cut the story short, ceritanya saya sudah tuang per-item ke mangkok. Saya mulai melakukan pengamatan terhadap potongan daging. Si Dapoer Cemonk rupanya sudah memperhitungkan kenyamanan dalam tata cara menikmati varian masakannya. Dagingnya sudah dipotong potong seukuran daging Rawon. Saya menyebutnya chunk, pas dalam satu suapan tanpa kita harus repot memotong kecil-kecil lagi di piring. Praktis.

Mari sekarang kita fokus ke olah-rasa yang subyektif menurut selera saya

Pork Garang: Nama menunya exclusive dan bisa dikategorikan signature dish Dapoer Cemonk. Pork Garang ini begitu saya keluarkan dari bungkus plastiknya setelah saya kukus, aroma daun jeruk dan sereh menyeruak terhirup. Rupanya bumbu utamanya rempah daun. Tampil dengan warna sambel cabai hijau matang. Eits….. satu suap masuk mulut, ….. whoah … !!! Greng, GARANG BENER. Galak nih rasa bumbunya yang pedas dan kaya rasa (so rich), sesuai namanya. Pantas jadi andalan dan Ben menyebut masuk salah satu yang best selling.

Babi Rica: Langsung ketauan dari warna merahnya. Rica dalam bahasa Indonesia adalah pedas yang identik dengan cabai merah. Pastinya teman-teman sudah sangat paham dengan rasa masakan rica-rica yang bisa dibuat dari beragam bahan. Babi Rica Dapoer Cemonk ini, waktu saya keluarkan dari kantong plastik pembungkusnya selagi panas, bisa kita harapkan ke-khas-an aroma tajam kemangi yang balapan dengan aroma daun jeruk. Bagaimana dari segi rasa? Karena memori masakan rica-rica yang saya pernah makan di berbagai daerah, maka kali ini si Babi Rica karya Dapoer Cemonk bisa dapat SNI. Rasanya sudah komplit termasuk lengkuas dan sereh terasa.

Babi Hong: Kalau teman-teman suka makanan dengan rasa manis, Babi Hong Dapoer Cemonk ini salah satu rekomendasi saya. Dan kalau teman-teman pernah makan semur daging ala Belanda yang keluar aroma rempah buah pala, maka Babi Hong rasanya sangat mirip dengan bahan baku yang sama yaitu daging dan kentang goreng. Kekuatan Babi Hong ini di The Flavorful Star Anise hasil campuran five-spices yang juga kita kenal dengan nama ngohiong. Sedangkan star anise di Indonesia kita kenal dengan nama lain Bunga lawang, Adas Manis atau Pekak.

Setelah mencicipi ke-tiga masakan di atas, untuk saya urutan yang harus saya lalui adalah mulai dari masakan manis Babi Hong, kemudian Babi Rica yang asin pedas netral dan ditutup dengan Pork Garang yang membuat nafsu makan meningkat.

Dari serial tiga macam menu yang dikirim Ben, ini adalah masakan Manado.

Sebagai tambahan pengetahuan, bagi saya makanan Manado, Batak dan Bali dari segi bahan baku, rasa rasa dan bumbu sangatlah mirip. Kita bisa membedakan spesialisasi dari masing-masing daerah yang saya sebut dari kekuatan aromatik bumbu dan rempah-rempahnya.

Manado kuat di Kemangi, Daun Jeruk (rempah daun)

Batak kuat di Kunyit dan Andaliman

Sedangkan Bali kuat di Kencur dan Jahe atau biasa disebut base genep, base gede.

Semuanya doyan pedas.

Akhirnya, please enjoy yours dan FYI, Ben mau melayani distribusi pembelian di luar home-base nya. Silakan cek langsung di IG yang sudah satu cantumkan juga di tulisan ini. Soal harga standard 35K wilayah Jabodetabek sedangkan outside of the area kena 40K. Di luar ongkir dan biaya tambhanannya akan sesuai destinasi ya. Contohnya untuk ke DPS, menggunakan Paxel, dengan berat sampai max 5kg hanya kena biaya 35K. Kalau berat paket 1kg, ya kena minimum charge 35K itu.

 

Bali, 08 July 2020

Jeffrey Wibisono V.

Bali 08 July 2020 at 11:11 posted in Facebook

Curated Food & Beverage