Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen sastra urban Indonesia tentang karier, relasi, dan detail hidup yang diabaikan, ditulis emosional, reflektif, dan menyentuh ala Kompas Minggu.

Sebelum Retak Membesar

“Ada urusan yang tak selesai bukan karena nasib menunda, melainkan karena kita terlalu lama menyepelekan detail yang sejak awal meminta
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 10, 2026
Cerpen emosional tentang saudara, warisan, ego, dan luka keluarga di kehidupan urban Indonesia, ditulis reflektif, mendalam, dan menyentuh hati.

Katalog yang Tak Pernah Dibaca

“Semakin dewasa, kita belajar bahwa rumah tidak selalu runtuh karena badai dari luar. Kadang ia retak pelan-pelan karena uang, warisan,
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 8, 2026
Cerpen emosional tentang Panji yang belajar berkata “tidak” di lingkaran sosial elite kota. Saat batas ditegakkan, topeng runtuh, damai ditemukan.

Lilin yang Belajar Padam

“Orang sering mencintaimu saat kamu mudah dimanfaatkan. Begitu kamu belajar berkata ‘tidak’, mereka menyebutmu berubah.”“Batas bukan tembok kebencian—ia pagar yang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 7, 2026
Cerpen emosional berlatar kota Indonesia: Arsa dan Sekartaji merajut cinta dewasa, tanggung jawab, dan perpisahan yang elegan—reflektif, solutif.

Istana di Bulan

“Cinta yang dewasa tidak selalu datang untuk menetap. Kadang ia datang untuk mengajar: cara pulang, cara melepaskan, dan cara tetap
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 6, 2026
Cerpen urban emosional tentang Hamzah dan Maya yang menghadapi pengkhianatan dalam bisnis keluarga—belajar jujur, pulih, dan memimpin dengan nurani.

Sisa yang Tersisa

“Di kota yang terang, orang bisa tetap gelap—bukan karena tak punya apa-apa, melainkan karena terlalu lama memaksa diri terlihat baik-baik
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 4, 2026
Cerpen emosional tentang Raras yang difitnah sahabatnya di Jakarta—belajar memaafkan tanpa menjadi lemah, dan bangkit tanpa dendam.

Langit Tidak Menyimpan Dendam

“Memaafkan itu bukan membenarkan yang menyakitimu. Memaafkan adalah menyelamatkan dirimu dari menjadi orang yang sama gelapnya.” . Langit Jakarta sore
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 3, 2026
  • «
  • 1
  • …
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • …
  • 148
  • »

Search

My Recent Post

  • Pelabuhan Renjana
  • Riwayat Hati
  • Ada Apanya?
  • Ketika Sunyi Menjadi Berisik
  • Sayap yang Tidak Bersuara
  • Mereka yang Tidak Memilih Kita
  • Kota yang Menyimpan Awan
  • Retak yang Tidak Terlihat
  • Rumah Tua dan Jalan Pulang
  • Menyeterika Perasaan

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top