Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen sastra emosional berlatar kota Indonesia tentang kehilangan, doa, karier, cinta, dan pulang pada diri sendiri, terinspirasi tujuh karunia Roh Kudus.

Tujuh Malam untuk Pulang

“Ada doa yang tidak langsung mengubah nasib, tetapi diam-diam mengubah cara seseorang memikul nasibnya.” “Yang paling hancur bukan selalu mereka
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 26, 2026
Cerpen emosional tentang nasib, peruntungan, ambisi, luka, dan pertumbuhan batin di kehidupan urban Indonesia kelas menengah atas.

Api yang Belajar Menjadi Lampu

“Ada orang-orang yang hidupnya tidak pernah benar-benar mudah. Bukan karena mereka kurang pintar, melainkan karena nasib hanya mau membuka pintu
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 25, 2026
Cerpen sastra emosional tentang krisis pribadi, keluarga, dan makna pulang di tengah kehidupan urban kelas menengah atas Indonesia.

Rasa yang Tertinggal

“Yang paling pelan hilang dari hidup manusia bukan uang, melainkan rasa.Dan ketika rasa itu pergi, rumah mewah pun bisa terasa
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 24, 2026
Cerpen emosional tentang pria sukses yang tumbuh tanpa kehangatan keluarga, lalu belajar menyembuhkan luka batin dan menemukan arti pulang.

Tepuk Tangan yang Tidak Pernah Datang

“Ada orang-orang yang tumbuh tanpa pelukan yang utuh.Mereka belajar berdiri sendiri, menyembuhkan sendiri, lalu tersenyum sendiri—bukan karena kuat sejak awal,
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 23, 2026
Cerpen sastra emosional tentang kualitas diri, ambisi, relasi, dan pencarian makna hidup di tengah gemerlap kehidupan urban kelas menengah atas Indonesia.

Cermin-cermin

“Ada orang yang hidup di rumah besar, tetapi jiwanya sempit. Ada orang yang menggenggam dunia, tetapi tak sanggup memegang dirinya
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 22, 2026
Cerpen sastra emosional tentang anak sukses yang terlambat menyadari arti pulang, merawat ibu yang menua, dan membayar hutang cinta orang tua.

Sebelum Telepon Itu Tak Lagi Berdering

“Pada akhirnya, yang paling sunyi bukan rumah yang kehilangan suara, melainkan hati yang terlalu lama menunda pulang.” . Pada malam-malam
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 20, 2026
  • «
  • 1
  • …
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • …
  • 154
  • »

Search

My Recent Post

  • Kembali Naik
  • Lapisan Mood
  • Datang Tepat Waktu
  • Jejak Tangan di Lorong Terakhir
  • Peta Tubuh, Rumah Hati
  • Ketika Nama Menemukan Pemiliknya
  • Mabuk yang Kedua
  • Kursi di Ujung Meja
  • Yang Belum Dicentang
  • Suara yang Ia Dengar

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top