Salam sehat good people,  teman-teman foodies dan gastronomi

Karena alasan kesehatan saya sendiri, untuk kategori menu ayam,  saya hanya diijinkan mengkonsumsi makanan berbahan ayam kampung. Ini masuk agenda pada Maret 2019 dan berlaku seumur hidup.

Sehingga sejak saat itu, saya harus mengabaikan semua makanan enak yang contain chicken. Termasuk produk turunannya sampai ke kaldu bubuk-pun.

Alih fokus ke hanya ayam kampung. Untung masih boleh makan ayam walau limited edition. Di Bali sebenarnya cukup mudah,  sebab ada beberapa makanan dengan teknik slow cooking termasuk Betutu dan Be Keren Bangli yang cocoknya menggunakan ayam kampung. Tetapi tentunya saya keep exploring untuk mendapatkan olah-rasa ayam kampung nusantara.

Kemudian ada cerita perjuangan untuk saya bisa mendapatkan Ayam Ingkung yang saya mau-i kali ini.

Hari Sabtu malam 27 Juni 2020,  saya browsing Facebook Group Food Delivery Bali sambil rebahan malam menjelang tidur. Kegiatan saya scrolling up layar hape terhenti di menu ayam ingkung. Ingkung pengertian saya adalah satu ekor ayam utuh yang matang.

Foto perkedel jagungnya yang pertama menarik perhatian saya. Saya penggemar jagung. Tapi perlu dicurigai perkedel jagungnya ada campuran telur dan bisa diabaikan. Baru kemudian saya membaca deskripsi menunya. Dan si dia adalah ayam kampung yang bisa saya asup. Saya sudah berniat untuk PO besok pagi tanpa nge-save info-nya. Hari Minggu kemarin, saya so occupied sehingga malam hari baru saya kembali searched si ayam itu. Berusaha keras untuk menemukannya dan ternyata PO untuk hari Senin. Terlambat sudah. Waktu telah menunjukkan pk. 21.53 ketika saya mengirim text WA yang mengatakan “Saya hendak PO setelah hari Senin. Tolong kalau sudah ada lagi saya dikabari”.

Wkwkwk…. Curiga wonge wis turu pesenan gak diladeni, karena text saya sebelumnya kelihatan belum dibaca. 😉

Ternyata gayung bersambut. Yang empunya dagangan Dwi Nurdayati mengenali saya. Beliau… Teman pekerja pariwisata yang sering in-touch urusan pekerjaan.

Siang ini, Senin 29 June 2020 si Ayam Ingkung dalam packaging dua besek ditumpuk diikat tali rami hadir diantar oleh seorang VIP, Mas Nono Dwiantoro si empunya perusahaan. Tentu kami menyempatkan berbincang tentang bisnis pariwisata, a bit. Temu kangen.

Sekarang sudah pada pengen tau rasa makanannya?

Begini

Kita mulai dengan rasa ayamnya. Ini resep leluhur Jawa Tengah dengan paduan rasa gurih santan kanil (perasan pertama), bawang, brambang, sereh dan laos. Untuk rasa asin dan manisnya mondho-mondho, bikin penasaran. Yang tau rasa opor dan terik,   bumbu ingkung ini satu seri.

Lalu perkedel jagung. Saya hanya mencicip. Bahannya menggunakan jagung manis dengan rasa bawang, brambang, merica, daun bawang prei, gurih garam. Ada rasa pedas merica yang tertinggal di mulut cukup lama. Enaaak.

Satu lagi sambel teri kacang. Yang ini nyonyossss… Pedes sambel terasi Jawa. Terasi bakar nya terasa cukup dominan. Pas!

Pelengkap penting dari paket ini adalah Nasi Uduk. Ini cita rasa nasi uduk yang berbeda, rasanya seperti bumbu lemper dengan aroma daun jeruk dan santan kelapa.

Secara keseluruhan, Ayam Ingkung ini kategori oily food yang akan cepat membuat kita haus. Sedap disantap selagi panas. Dan setelahnya harus banyak minum air hangat.

Saatnya kita “ngujo roso” memuja rasa. Paket ini istilah kerennya adalah Food Pairing. Cita rasa dari masing-masing item saling melengkapi. Jadi cara makannya adalah “muluk dekem” makan langsung dengan tangan, maka…. mari kita cuci tangan dulu….

Lalu satu centong nasi uduk di taruh di piring, ambil satu sendok makan sambel teri kacang, campurkan. Kemudian ambil sepotong ayam, cuil dagingnya. Dan mari kita mulai menikmati suapan demi suapan. It is heaven!  Untuk menetralkan rasa di mulut, gigitlah dan kunyah mentimunnya sekaligus selembar daun kemangi.

Enaknya Ayam Ingkung dengan cara makan food pairing, cita rasanya menjadi meningkat.  Saya menyebut ngujo roso, karena dengan cara mencampur nasi, sambal dan lauknya maka akan keluar sensasi olah-rasa yang komplit asin, manis, pedes yang ringan dan pasti pengen nambah nasi centongan kedua..

Dan totalan billnya adalah

115+10 = 125ribu

Ongkirnya 10rb kemana saja. Mbak Dwi menggunakan aset limousine-nya sekalian manasin mesin 😅😅😅

So… Cukup sekian eksplorasi foodies saya kali ini dan terima kasih buat teman-teman yang telah make time membacanya

 

Bali, 29 Juni 2020

Jeffrey Wibisono V. @namakubrandku

Ayam Ingkung Solo sajian kenduri tersedia di Denpasar Bali

Ayam Ingkung Solo

Ayam Ingkung Solo sajian kenduri tersedia di Denpasar Bali

Ayam Ingkung Solo