Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen perkotaan emosional tentang skandal, integritas, dan pengampunan diri. Inu memilih jujur, menebus, lalu membangun ulang hidupnya.

Di Antara Aman dan Benar

“Hidup itu perjalanan belajar tanpa akhir. Kadang kita mengajari, kadang kita yang diajari. Kita semua pernah salah langkah. Yang penting:
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 9, 2026
Cerpen reflektif urban tentang pilihan sikap, keluarga, dan karier, terinspirasi filsafat Epictetus: saat hidup tak bisa dikendalikan, sikaplah penentu makna.

Harga Sebuah Sikap

“Bukan peristiwa yang mengacaukan hidup kita, melainkan penilaian kita atas peristiwa itu. Dan setiap penilaian—setiap sikap—selalu menagih harga.” . Jakarta
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 9, 2026
Cerpen sastra urban tentang Jayen: sukses, rapi, namun sepi. Ia belajar bahwa rumah bisa lahir dari pertanyaan sederhana yang ditanya dengan sungguh-sungguh.

Kabar yang Tak Pernah Ditanyakan

“Tidak semua orang punya rumah yang menanyakan kabar. Ada yang belajar menghapus air mata sendiri, merayakan menang sendiri—karena tak ada
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 9, 2026
Cerpen emosional tentang Panji di Jakarta: karier gemilang, tapi tak disegani. Ia belajar menjaga batas, memilih keluarga, dan menemukan martabat.

Tidak Gratis

“Kebaikan yang tidak pernah diberi batas, lama-lama dianggap kewajiban.” . Pagi itu Jakarta seperti biasa: tergesa, padat, dan nyaris tidak
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 8, 2026
Cerpen reflektif bergaya Kompas Minggu tentang pria kota, luka keluarga, ritme takdir, dan masa depan yang tidak diramal, hanya dijalani.

Laut Tidak Menjawab Apa Pun

“Pada usia tertentu, hidup tidak lagi menuntut kita menjadi benar. Ia hanya meminta kita jujur.” . Jam kota menyala di
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 7, 2026
Cerpen sastra Kompas Minggu tentang juru bicara negara, krisis pariwisata, bahasa yang dijaga, dan sikap yang berbicara tanpa perlu penjelasan.

Negeri yang Belajar Berbicara Pelan

“Ada peristiwa yang tidak meminta penjelasan,hanya meminta sikap.” Jingga membaca kabar itu ketika kota belum sepenuhnya bangun. Kopinya masih panas,
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 7, 2026
  • «
  • 1
  • …
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • …
  • 144
  • »

Search

My Recent Post

  • Belajar Menyendiri
  • Satu Atap Dua Dunia
  • Sebelum Retak Membesar
  • Katalog yang Tak Pernah Dibaca
  • Lilin yang Belajar Padam
  • Istana di Bulan
  • Sisa yang Tersisa
  • Langit Tidak Menyimpan Dendam
  • Gelar di Dinding Retak
  • Lantai Tigapuluh Tiga

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top