Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen reflektif tentang Lintang Asmoro Tunggal, lelaki urban sukses yang diuji pengkhianatan, keluarga, cinta, dan makna pulang di tengah kerasnya kota.

Saatnya Terjaga

“Ada masa ketika hidup tidak meminta kita menang.Ia hanya meminta kita tidak menyerah.Sebab yang paling kuat bukan orang yang tak
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 13, 2026
Cerpen sastra emosional tentang pengkhianatan, kehilangan, dan perjalanan pulang ke diri sendiri di tengah kehidupan urban kelas menengah atas Indonesia.

Belajar Menyendiri

“Pada akhirnya, yang paling menyakitkan bukan ditinggalkan orang lain.Yang paling menyakitkan adalah ketika kita sadar: selama ini kita meninggalkan diri
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 12, 2026
Cerpen emosional tentang rumah tangga urban yang tampak utuh, namun dingin dan rapuh di dalam. Reflektif, gelap, tajam, dan menyentuh hati.

Satu Atap Dua Dunia

“Rumah yang paling menyakitkan bukanlah rumah yang penuh amarah.Melainkan rumah yang terlalu lama memelihara diam,sampai penghuninya lupa bagaimana cara saling
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 11, 2026
Cerpen sastra urban Indonesia tentang karier, relasi, dan detail hidup yang diabaikan, ditulis emosional, reflektif, dan menyentuh ala Kompas Minggu.

Sebelum Retak Membesar

“Ada urusan yang tak selesai bukan karena nasib menunda, melainkan karena kita terlalu lama menyepelekan detail yang sejak awal meminta
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 10, 2026
Cerpen emosional tentang saudara, warisan, ego, dan luka keluarga di kehidupan urban Indonesia, ditulis reflektif, mendalam, dan menyentuh hati.

Katalog yang Tak Pernah Dibaca

“Semakin dewasa, kita belajar bahwa rumah tidak selalu runtuh karena badai dari luar. Kadang ia retak pelan-pelan karena uang, warisan,
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 8, 2026
Cerpen emosional tentang Panji yang belajar berkata “tidak” di lingkaran sosial elite kota. Saat batas ditegakkan, topeng runtuh, damai ditemukan.

Lilin yang Belajar Padam

“Orang sering mencintaimu saat kamu mudah dimanfaatkan. Begitu kamu belajar berkata ‘tidak’, mereka menyebutmu berubah.”“Batas bukan tembok kebencian—ia pagar yang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 7, 2026
  • «
  • 1
  • …
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • …
  • 154
  • »

Search

My Recent Post

  • Kembali Naik
  • Lapisan Mood
  • Datang Tepat Waktu
  • Jejak Tangan di Lorong Terakhir
  • Peta Tubuh, Rumah Hati
  • Ketika Nama Menemukan Pemiliknya
  • Mabuk yang Kedua
  • Kursi di Ujung Meja
  • Yang Belum Dicentang
  • Suara yang Ia Dengar

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top