Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerita urban tentang Jayengrana yang menyalakan “mode pesawat” dalam hidupnya: mematikan bising, menemukan kembali cinta, jeda, dan arah pulang di tengah kota.

Jam Hening di Tengah Bising

“Kadang cara paling cepat untuk maju adalah memutus koneksi sejenak, lalu mendengarkan ulang suara kita sendiri.” . Malam itu, lampu-lampu
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 28, 2025
Cerpen urban tentang Ratna dan Amir di Jakarta—ambisi, kehilangan, dan keberanian menyalakan kembali “notifikasi hati” agar tetap manusiawi di kota yang bising.

Kalau Lelah, Pulang Saja

“Di kota, kita belajar mematikan notifikasi hati agar bisa bertahan. Tapi hidup baru benar-benar dimulai ketika kita berani menyalakannya kembali.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 28, 2025
Cerita urban mengharubiru tentang kepemimpinan visioner yang menyalakan nyala kecil di kota: pitutur Jawa, empati, dan kerja bersama mengubah gelap menjadi terang.

Jembatan Nyala: Kisah Kepemimpinan di Tengah Riuh Kota

“Pemimpin bukan yang paling lantang, melainkan yang paling sanggup menenangkan.”“Aja rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa.” . Malam di kota itu
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 27, 2025
Cerpen urban Jakarta tentang Retna yang belajar menjadikan kata sebagai cahaya—dari ruang rapat sampai forum warga. Mengharukan, filmis, dan sarat pitutur Jawa.

Saat Kata Menjadi Cahaya

“Di kota yang bising, kata-kata yang lembut justru paling lama tinggal di dada.” . . Pagi di Atas Trotoar Jakarta
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 27, 2025
Cerita urban tentang Jayengrana, manajer hotel di Jakarta, yang membuktikan daya tarik sejati lahir dari kerendahan hati, tindakan kecil, dan layanan tulus.

Lilin di Saat Lampu Berkedip

“Daya tarik sejati lahir dari ketulusan: mendengar lebih dulu, bekerja lebih banyak dari yang diucap, dan melayani tanpa perlu terlihat.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 27, 2025
Cerita Amir yang memilih “tanah baru” demi sembuh dari kota yang melukainya. Urban, filmis, menyentuh: tentang berani pergi, menanam, dan tumbuh kembali.

Pergi untuk Sembuh: Menanam Akar di Tanah Baru

“Pergi bukan tanda lemah; kadang itu cara paling jujur untuk tetap waras.Akar tidak tumbuh di tanah yang diracun.Lepaslah dari tempat
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 27, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 58
  • 59
  • 60
  • 61
  • 62
  • 63
  • 64
  • …
  • 154
  • »

Search

My Recent Post

  • Yang Tersisa Setelah Tepuk Tangan Reda
  • Kembali Naik
  • Lapisan Mood
  • Datang Tepat Waktu
  • Jejak Tangan di Lorong Terakhir
  • Peta Tubuh, Rumah Hati
  • Ketika Nama Menemukan Pemiliknya
  • Mabuk yang Kedua
  • Kursi di Ujung Meja
  • Yang Belum Dicentang

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top