Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen urban tentang hotel di Jakarta yang belajar jujur, mempraktikkan pitutur Jawa, dan menjadikan autentisitas sebagai magnet. Hangat, emosional, dan memikat.

Rumah Tamu yang Belajar Jujur

“Autentisitas itu sederhana: menjadi diri sendiri ketika dunia meminta kita jadi orang lain.”“Urip iku urup—hidup berarti menerangi.” . Amir menatap
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 29, 2025
Cerpen urban bergaya Arswendo: seorang profesional kota merawat sepotong hening di antara gedung kaca—menanam kebiasaan kecil, memilih yang penting, dan tumbuh tanpa bising.

Sepotong Hening di Antara Gedung Kaca

“Kota bisa membuatmu berlari, tetapi hanya kamu yang bisa memilih untuk berhenti sejenak.”“Hening bukan jeda; hening adalah cara agar suara
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 28, 2025
Cerpen urban gaya Kompas Minggu: Umarmaya menata ulang arti sukses di kota—dua minggu “pagi pelan” mengubah kerja, tidur, dan hati. Pelan, jernih, tetap menang.

Pagi yang Pelan di Kota yang Bergegas

“Kemewahan paling mahal bukanlah mobil, jabatan, atau bonus. Kemewahan itu adalah hati yang damai, tidur yang nyenyak, dan pilihan yang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 28, 2025
Cerpen urban Jakarta kelas menengah atas—kisah Rengga, Resmi, Maya, dan Madi—tentang stoikisme, pitutur Jawa, dan arti tenang di balik lampu kota.

Sunyi di Balik Lampu Kota

“Yang pelan-pelan justru bertahan lebih lama.” . Pagi yang Menggesa Maya bangun bukan karena mimpi indah, melainkan deretan notifikasi ponsel
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 28, 2025
Cerpen urban bergaya sastra tentang Sembada, profesional Jakarta, yang menemukan makna hidup di balik kalender penuh, dengan pitutur Jawa dan refleksi global.

Jakarta, Kalender, dan Sebuah Pulang

“Kesibukan bukan tanda keberhasilan. Kadang justru cara kita menutupi kekosongan yang tak ingin kita akui.” . Jakarta sore itu basah
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 28, 2025
Cerpen urban kelas menengah: Hamzah menyalakan ruang tunggu dan kantor Jakarta dengan api kecil pitutur Jawa—“Urip iku urup.” Filmis, humanis, dan menyentuh hati.

Api Kecil di Kantor Besar

“Jangan hanya menjawab, tapi jadilah jawaban. Saat orang lain ragu, biarkan perilakumu menjelaskan siapa kamu.” . Jam weker di ponsel
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 28, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 57
  • 58
  • 59
  • 60
  • 61
  • 62
  • 63
  • …
  • 154
  • »

Search

My Recent Post

  • Yang Tersisa Setelah Tepuk Tangan Reda
  • Kembali Naik
  • Lapisan Mood
  • Datang Tepat Waktu
  • Jejak Tangan di Lorong Terakhir
  • Peta Tubuh, Rumah Hati
  • Ketika Nama Menemukan Pemiliknya
  • Mabuk yang Kedua
  • Kursi di Ujung Meja
  • Yang Belum Dicentang

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top