“Di setiap jendela yang kita tatap, selalu ada dua dunia: satu yang terbentang di luar, dan satu lagi yang menunggu
“Kadang kita baru mengenal wajah asli seseorang saat kita rela pura-pura tak paham, pura-pura kalah, dan pura-pura menunggu. Di sanalah
“Yang paling ramah sering menyimpan sunyi. Yang paling mengerti orang lain kerap memeluk luka sendiri. Dan yang paling ringan tangannya
“Tenang adalah keberanian paling sunyi.Memaafkan adalah kecerdasan yang tak terlihat.Bekerjalah diam-diam—biarkan hasil yang berbicara.” . Kota ini—Jakarta—bernafas pendek. Pagi-pagi sekali,
“Kadang kamu dibenci, tapi diam-diam dicontoh.Tanpa bicara, kau bisa membuat gaduh nurani orang lain.Hiduplah tertata—bukan agar terlihat baik, melainkan agar
“Berbaiklah tanpa menghapus diri.Kebaikan yang sehat punya batas: waktu, tenaga, biaya, dan hati.Tanpa batas, kau hanya menjadi alamat singgah bagi