Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen emosional tentang keluarga kelas menengah ke atas di kota Indonesia, diuji bisnis, ambisi, dan integritas dalam gemerlap modernitas.

Air Mata yang Tak Terlihat

“Kadang kita lahir dari keluarga terhormat, tetapi diuji untuk menjadi manusia yang benar-benar bermartabat.”“Harta bisa diwariskan, jabatan bisa dipindahkan, tapi
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   February 24, 2026
Cerpen sastra tentang identitas, keluarga, kemanusiaan, dan perjalanan batin menemukan kompas hidup setelah terlalu lama menjadi orang lain.

Terlalu Lama Menjadi Orang Lain

“Kadang kita tidak kehilangan kesabaran—kita hanya akhirnya berani mengakui: nilai hidup kita selama ini terlalu sering dititipkan pada mulut orang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   February 23, 2026
Cerpen urban emosional tentang Amir yang masa depan kariernya kabur, pulih lewat sahabat, keluarga, dan Ruang Jeda—hingga menemukan hidup yang jujur.

Mereka yang Tampak Baik-Baik Saja

“Kita sering menyebutnya ‘baik-baik saja’ hanya karena kita terlalu lelah menjelaskan luka.”“Yang tampak mapan belum tentu pulang; yang tampak tenang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   February 21, 2026
Cerpen emosional berlatar kota Indonesia tentang karier, bisnis, dan burnout—ketika mitokondria, ibu, dan pulang mengubah arti “kuat” menjadi manusia.

Mitokondria

“Kadang yang membuat kita kuat bukan ambisi, melainkan sel-sel kecil di dalam diri yang diam-diam tetap bekerja—meski hati sudah hampir
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   February 18, 2026
Cerpen emosional tentang eksperimen relasi di kota besar: saat para profesional sukses belajar hadir, jujur, dan menemukan makna koneksi manusia.

Eksperimen

“Yang paling mengubah hidup sering datang dari percobaan yang tak kita akui sebagai percobaan—sekadar keberanian kecil untuk menjadi manusia.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   February 17, 2026
Cerpen urban emosional tentang Panji yang terjebak utang demi gengsi dan bisnis, lalu belajar melunasi angka sekaligus memulihkan kepercayaan.

Jatuh Tempo: Ketika Angka Menagih Jiwa

“Utang itu bisa dihitung dengan angka. Tapi kepercayaan—ia dihitung dengan luka.” . Namanya Panji. Di kartu nama, ia hanya menulis
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   February 16, 2026
  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • …
  • 144
  • »

Search

My Recent Post

  • Belajar Menyendiri
  • Satu Atap Dua Dunia
  • Sebelum Retak Membesar
  • Katalog yang Tak Pernah Dibaca
  • Lilin yang Belajar Padam
  • Istana di Bulan
  • Sisa yang Tersisa
  • Langit Tidak Menyimpan Dendam
  • Gelar di Dinding Retak
  • Lantai Tigapuluh Tiga

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top