Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen tentang Jayeng, profesional yang nyaris runtuh oleh ambisi, menemukan kembali arti pulang lewat hadirnya Retna—cinta yang tenang, lembut, dan memberi ruang bagi lelah.

Tempat Lelah Itu Pulang

“Kadang, yang menyelamatkan kita bukan kata-kata besar,melainkan seseorang yang berani duduk diam di samping lelah kitatanpa berusaha mengubahnya menjadi apa-apa.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 21, 2025
Cerpen tentang Panji yang belajar membaca pola manipulasi halus di kota besar, menjaga martabat dengan berkata “tidak” secara elegan tanpa kehilangan empati.

Elegansi di Balik Kata Tidak

“Elegansi bukan berarti selalu mengalah.Elegansi adalah seni berkata ‘tidak’tanpa kehilangan nurani dan harga diri.” . Di balik kaca lebar lantai
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 21, 2025
Cerpen korporasi urban tentang narasi, integritas, dan jeda sunyi yang membongkar kebohongan. Reflektif–edukatif–solutif, bergaya Kompas Minggu.

Jejak yang Tak Konsisten

“Kejujuran tidak butuh pentas; ia berdiri sendiri. Kebohongan selalu butuh panggung, penonton, dan naskah cadangan.” . Malam di Jakarta sering
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 20, 2025
Cerita urban tentang lima sahabat yang belajar menua di kota: membangun, jatuh, memaafkan, dan memulihkan—antara startup, kopi, sekolah, dan kemanusiaan.

Yang Kita Bangun Yang Kita Pulihkan

“Setia pada mimpimu itu baik, tetapi lebih baik lagi bila kita setia pada manusia yang menua bersama mimpi itu.” “Yang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 20, 2025
Cerita urban reflektif tentang dua perempuan yang belajar berdamai dengan luka batin, batas kebaikan, dan cara pulang ke diri sendiri tanpa kehilangan empati.

Luka Dalam

“Kadang, diam bukan karena tidak peduli. Tapi karena sudah pernah peduli sampai terluka.” . Senja di Jantung Kota Senja merambat
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 20, 2025
Di Jakarta yang tak pasti, Panji membangun Rengkuh: jatuh, belajar, lalu menari. Resiliensi jadi ritme; volatilitas jadi metronom. Bisnis pertama, sekolah mental.

Menari di Tengah Badai

“Resiliensi bukan tentang tidak roboh; ia tentang menemukan ritme baru setiap kali angin mengubah arah. Dan volatilitas bukan musuh—ia metronom
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 19, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • …
  • 140
  • »

Search

My Recent Post

  • Aspirasi
  • Bebas
  • Tapal Batas
  • Belajar Tinggal Bukan Pergi
  • Kaca Tanpa Suara
  • Belajar Berhenti Mengejar
  • Sebelum Kota Benar-Benar Pulang
  • Yang Tidak Hangus oleh Api
  • Telepon Empat Puluh Detik
  • Kota yang Menyalakan Lampu Tapi Sering Memadamkan Orang

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top