Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen reflektif tentang pengkhianatan halus dalam bisnis, dukungan keluarga, dan kejernihan batin seorang profesional di Jakarta yang bangkit tanpa dendam.

Ruang yang Ditinggalkan Orang-Orang Pergi

“Tahun ini membuka mataku: aku melihat siapa yang mencintaiku, dan siapa yang hanya mencintai manfaat dariku. Kejernihan itu menyakitkan—tapi menyelamatkan.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   December 23, 2025
Cerpen emosional berlatar Jakarta–Malang: Langit belajar pelan, menghadapi masa lalu, dan menemukan makna “pulang” di balik karier dan bisnis.

Pulang yang Tidak Tergesa

“Pelan itu bukan lamban. Pelan adalah cara hati memberi waktu pada diri sendiri—agar tidak meledak, tidak menyerah, dan tidak kehilangan
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   December 22, 2025
n-JAWA-ni: Kearifan Lokal Jawa Go Global Sebuah Buku tentang Rasa, Etika, dan Arah Baru Hospitality Indonesia

Buku n-JAWA-ni: Kearifan Lokal Jawa Go Global

Sebuah Buku tentang Rasa, Etika, dan Arah Baru Hospitality Indonesia . . Informasi Buku Judul: n-JAWA-ni: Kearifan Lokal Jawa Go
  • Creative Thinking Creative Thinking Knowledge News
  •   December 21, 2025
Cerpen urban emosional tentang karier, bisnis, dan lingkaran sosial kelas menengah atas: fitnah, iri, dan protokol dewasa menjaga jarak demi waras.

Orang-Orang yang Kita Tinggalkan untuk Tetap Waras

“Kadang, bentuk sayang paling dewasa adalah menjauh—bukan karena benci, tapi karena hidupmu tidak boleh jadi tempat sampah bagi racun orang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   December 17, 2025
Sebuah deal “terlalu indah” nyaris menjatuhkan karier. Tapi seorang “orang biasa” membuka rahasia, menyelamatkan bisnis—dan hati.

Orang Biasa yang Menyimpan Langit

“Kita sering sibuk menilai orang dari jabatan, padahal semesta kadang menyembunyikan mahkota di kepala yang paling diam.” . Pagi itu
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   December 14, 2025
Cerpen urban emosional: Jayeng diterpa fitnah dan pengkhianatan. Ia memilih “naik”—bertumbuh, menjaga etika, dan membiarkan kebisingan jatuh sendiri.

Yang Jatuh Sendiri

“Kadang yang menempel di punggungmu bukan beban hidup—melainkan suara-suara kecil yang takut melihatmu terbang. Naiklah. Udara yang lebih tinggi akan
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   December 14, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • …
  • 148
  • »

Search

My Recent Post

  • Pelabuhan Renjana
  • Riwayat Hati
  • Ada Apanya?
  • Ketika Sunyi Menjadi Berisik
  • Sayap yang Tidak Bersuara
  • Mereka yang Tidak Memilih Kita
  • Kota yang Menyimpan Awan
  • Retak yang Tidak Terlihat
  • Rumah Tua dan Jalan Pulang
  • Menyeterika Perasaan

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top