Home sastra indonesia Halaman 2
“Harga diri yang sejati tidak lahir ketika semua orang memujimu, melainkan ketika kau tetap mampu menghormati dirimu sendiri meski dunia
“Yang paling pelan hilang dari hidup manusia bukan uang, melainkan rasa.Dan ketika rasa itu pergi, rumah mewah pun bisa terasa
“Ada orang yang hidup di rumah besar, tetapi jiwanya sempit. Ada orang yang menggenggam dunia, tetapi tak sanggup memegang dirinya
“Pada akhirnya, yang paling sunyi bukan rumah yang kehilangan suara, melainkan hati yang terlalu lama menunda pulang.” . Pada malam-malam
“Berkelas bukan berarti selalu menang bicara.Kadang, orang yang paling kuat adalah ia yang tetap tenangketika harga dirinya sedang diuji di
“Memaafkan bukan berarti menghapus luka.Memaafkan adalah berhenti membiarkan luka itu menentukan siapa dirimu.” . Jakarta selalu tahu cara membuat orang