“Hidup itu perjalanan belajar tanpa akhir. Kadang kita mengajari, kadang kita yang diajari. Kita semua pernah salah langkah. Yang penting:
“Kebaikan yang tidak pernah diberi batas, lama-lama dianggap kewajiban.” . Pagi itu Jakarta seperti biasa: tergesa, padat, dan nyaris tidak
“Pada usia tertentu, hidup tidak lagi menuntut kita menjadi benar. Ia hanya meminta kita jujur.” . Jam kota menyala di
“Ada wajah yang tampak seperti halaman kosong—padahal di baliknya, ada huruf-huruf kecil yang hanya Tuhan sanggup membacanya.” . Ia dipanggil
“Ada bab yang harus ditutup bukan karena kalah, melainkan karena kita akhirnya memilih bernapas.” . Malam itu Jakarta seperti menahan
“Negeri ini tidak runtuh oleh orang jahat,melainkan oleh orang baik yang terlalu lama memilih aman.” . Pagi kota selalu punya