“Kita tidak selalu kemaruk pada harta. Kadang kita kemaruk pada kemungkinan—ingin menjadi segalanya, memiliki semuanya, dan akhirnya tidak benar-benar hadir
“Yang dipamerkan belum tentu dimiliki dengan tenang.Yang dimiliki dengan tenang, sering justru tak ingin dipamerkan.Sebab pada akhirnya, manusia tidak hancur