Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen urban mengharukan tentang Jayeng, petugas hotel yang menapaki “self mastery” ala pitutur Jawa—dari bidak kecil menjadi penentu arah bagi banyak orang.

Pion yang Menguasai Diri

“Jangan jadi raja di mulut, tapi budak di diri. Kuasai dirimu—baru kuasai langkahmu.” . Hujan Jakarta turun seperti butir-butir kaca
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 19, 2025
Cerpen emosional berlatar kota: Retna, Jayeng, Nis, Maya–Madi merajut Layar Terbuka, menambal hidup dengan kebaikan kecil yang selalu kembali.

Cahaya yang Kembali

“Setiap kebaikan yang kamu tabur, akan kembali menghampiri dengan caranya sendiri.” . Langit kota seperti kaca yang baru selesai dilap:
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 19, 2025
Cerpen urban tentang Amir di Jember yang belajar fokus pada lingkar kendali: kata, sikap, proses. Mengharubiru, hangat, dan menyalakan cara pulang ke diri sendiri.

Ganti Caramu, Bukan Langitnya

“Hidup tenang bukan karena semua orang berubah, melainkan karena kita memilih apa yang kita kendalikan—kata, sikap, fokus, dan langkah pulang.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 18, 2025
Cerpen emosional berlatar Jakarta tentang Adipati–Ratna yang belajar memahami diam, lelah, dan cinta. Sunyi menjadi bahasa hati ketika kata tak lagi didengar.

Ketika Lelah Menjadi Rumah

“Kadang diam bukan karena kalah, melainkan karena lelah menjelaskan pada telinga yang tak pernah ingin mendengar.” “Ada orang yang berhenti
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 18, 2025
Cerpen urban Jakarta–Yogyakarta tentang cinta yang retak oleh luka kecil yang diabaikan. Mengharubiru, filmis, dan menyentuh: belajar pulang sebelum rumah kosong.

Dalam Diam yang Membeku

“Tidak ada seseorang yang tiba-tiba menjauh, dingin, dan acuh tak acuh. Semua berawal dari luka kecil yang diabaikan.” . Hujan
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 18, 2025
Cerpen urban tentang Wiratma: jatuh bangun di dunia kerja kota, pulang memulihkan arah, lalu membangun ruang tumbuh dari desa. Emosional, membumi, penuh anekdot dan harapan.

Badai Ini Terlalu Kencang, Kawan

“Kita tidak selalu bisa memilih arah angin, tapi kita bisa belajar melipat layar agar tidak karam. Dan kalau layar pun
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 15, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 53
  • 54
  • 55
  • 56
  • 57
  • 58
  • 59
  • …
  • 144
  • »

Search

My Recent Post

  • Saatnya Terjaga
  • Belajar Menyendiri
  • Satu Atap Dua Dunia
  • Sebelum Retak Membesar
  • Katalog yang Tak Pernah Dibaca
  • Lilin yang Belajar Padam
  • Istana di Bulan
  • Sisa yang Tersisa
  • Langit Tidak Menyimpan Dendam
  • Gelar di Dinding Retak

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top