“Kota tidak pernah benar-benar tidur, hanya berganti wajah.Di balik lampu-lampu dan hujan yang jatuh, ada hati-hati yang diam-diam belajar:bahwa kebahagiaan
“Di setiap jendela yang kita tatap, selalu ada dua dunia: satu yang terbentang di luar, dan satu lagi yang menunggu
“Kadang kita baru mengenal wajah asli seseorang saat kita rela pura-pura tak paham, pura-pura kalah, dan pura-pura menunggu. Di sanalah
“Yang paling ramah sering menyimpan sunyi. Yang paling mengerti orang lain kerap memeluk luka sendiri. Dan yang paling ringan tangannya
“Tenang adalah keberanian paling sunyi.Memaafkan adalah kecerdasan yang tak terlihat.Bekerjalah diam-diam—biarkan hasil yang berbicara.” . Kota ini—Jakarta—bernafas pendek. Pagi-pagi sekali,
“Kadang kamu dibenci, tapi diam-diam dicontoh.Tanpa bicara, kau bisa membuat gaduh nurani orang lain.Hiduplah tertata—bukan agar terlihat baik, melainkan agar