Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen Kompas-style berlatar Jakarta: Adipati & Siti menyeberang antara data dan air mata, melawan ketidakadilan kota, pulang pada kemanusiaan yang jujur.

Langit Retak di Atas Kota

“Ada orang yang berjalan dengan data, ada yang berjalan dengan air mata.Kota menuntut keduanya; tanpa itu, kita hanya menambah reruntuhan.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 20, 2025
Cerpen Kompas-style berlatar kota: Jaka, Labhang, dan Koneng menjemput mimpi dari tekanan, keluarga, serta UMKM. Mengharubiru, filmis, menyentuh sanubari.

Di Bawah Lampu Kota

“Nyaman itu enak, tapi perkembangan lahir dari tekanan. Kurangi bicara, perbanyak mendengar; karena yang paling pelan sering kali paling dalam.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 20, 2025
Cerpen ala Kompas Minggu tentang Wira dan Ras: persahabatan, doa, dan harapan di Jakarta. Mengharubiru, filmis, menyentuh hati, dan meneguhkan keyakinan.

Segelas Kopi Sepotong Malam

“Segelas kopi, sepotong malam; selebihnya keberanian untuk percaya esok tetap datang.” . Hujan turun di Jakarta seperti sumbu yang dipantik.
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 19, 2025
Cerita sastra urban tentang luka, cinta, dan keberanian di Jakarta–Surabaya–Madura. Filmis, menyentuh sanubari, mengharubiru, dan memberi ruang pulang.

Luka yang Menjadi Jalan Pulang

  “Ada waktunya kita berhenti berbicara, bukan karena kalah, melainkan karena sadar: sebagian telinga memang ditakdirkan tak mau mendengar.” “Bahagia
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 19, 2025
Cerpen emosional berlatar Jakarta tentang Angling yang akhirnya berhenti menunduk, menegakkan batas, dan berdiri demi martabat serta harga dirinya.

Sampai di Sini Aku Berdiri

“Ada saatnya berhenti memberi hormat pada yang tak tahu cara menghargai;sebab batas bukanlah dinding kebencian, melainkan pagar untuk menjaga damai
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 19, 2025
Cerpen Kompas Minggu tentang pekerja Jakarta yang belajar melatih agar orang bisa pergi dan memperlakukan agar mereka memilih tinggal—hangat, mengharubiru.

Martabat di Antara Gedung-gedung

“Kadang yang paling berharga bukan gedung yang menjulang, melainkan satu sikap kecil yang membuat manusia merasa ada.” . Jakarta, selepas
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 17, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 31
  • 32
  • 33
  • 34
  • 35
  • 36
  • 37
  • …
  • 137
  • »

Search

My Recent Post

  • Buku Memahami Perjanjian Pengelolaan Hotel
  • Mesin yang Batuk, Kota yang Mengajar
  • O-Ring di Dalam Dada
  • Mereka yang Datangnya Dinantikan
  • Di Antara Aman dan Benar
  • Harga Sebuah Sikap
  • Kabar yang Tak Pernah Ditanyakan
  • Tidak Gratis
  • Laut Tidak Menjawab Apa Pun
  • Negeri yang Belajar Berbicara Pelan

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top