Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerita seorang hotelier yang meninggalkan jabatan puncak untuk menemukan makna sejati hospitality: bukan tentang karier, tapi tentang panggilan hidup.

Hotel yang Mengajarkanku Melepas

“Jangan melekat pada orang, proyek, atau perusahaan.Melekatlah pada tujuan, panggilan, misi, dan makna.Di sanalah hatimu menemukan rumah yang tak pernah
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 15, 2025
Cerpen reflektif tentang makna kemanusiaan di balik teknologi industri hotel, karier, dan ambisi kota besar yang menyentuh hati.

Senja di Lantai Tujuh

“Kadang yang kita kelola bukan sekadar bisnis, tapi jiwa yang terluka karena lupa bagaimana caranya beristirahat.” . “Yang mengejar angka
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 14, 2025
Cerpen urban bernuansa Katolik tentang rahmat dan ketekunan: keluarga, bisnis, dan kerja yang dipulihkan melalui doa, sakramen, dan budaya kerja bermakna.

Pulang Setiap Hari

“Rahmat Tuhan bukan hadiah yang datang sekali, tetapi undangan yang harus dijawab setiap hari.” “Rahmat itu mahal, begitu juga dengan
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 14, 2025
Cerpen urban tentang Retna, Jayeng, Kelas, dan Adaninggar membangun “Kota Teduh”—memilih nilai di tengah tawaran besar, merawat empati, dan memanusiakan pelayanan.

Senja di Apartemen Retna

“Tidak semua yang hadir di hidupmu pantas kau selamatkan.Ada yang dititipkan untuk diajari, ada yang dihadirkan untuk menguji,dan ada pula
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 14, 2025
Cerita urban tentang Panji, Sekar, dan Ragil: melepaskan yang retak, merawat keterampilan, dan jadi lilin kecil yang menerangi gelap kota—hangat, reflektif, menguatkan.

Ketika Lilin Bicara pada Matahari

“Di gelap, cahayamu yang kecil mungkin lebih berarti daripada terangku.” . Pagi di Jakarta Selatan tidak pernah benar-benar pagi; ia
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 13, 2025
Cerpen reflektif urban tentang Jayeng dan Keumala, dua jiwa kota yang belajar bahwa hidup tak harus cepat—karena pelan, ternyata, juga cara pulang.

Pelan Adalah Cara Pulang

“Yang terburu-buru sering sampai duluan, tapi bukan selalu sampai di tempat yang benar.” . Hujan sore itu menempelkan bau aspal
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 13, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  • 32
  • …
  • 144
  • »

Search

My Recent Post

  • Belajar Menyendiri
  • Satu Atap Dua Dunia
  • Sebelum Retak Membesar
  • Katalog yang Tak Pernah Dibaca
  • Lilin yang Belajar Padam
  • Istana di Bulan
  • Sisa yang Tersisa
  • Langit Tidak Menyimpan Dendam
  • Gelar di Dinding Retak
  • Lantai Tigapuluh Tiga

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top