Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen urban emosional tentang Hamzah dan Maya yang menghadapi pengkhianatan dalam bisnis keluarga—belajar jujur, pulih, dan memimpin dengan nurani.

Sisa yang Tersisa

“Di kota yang terang, orang bisa tetap gelap—bukan karena tak punya apa-apa, melainkan karena terlalu lama memaksa diri terlihat baik-baik
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 4, 2026
Cerpen emosional tentang Raras yang difitnah sahabatnya di Jakarta—belajar memaafkan tanpa menjadi lemah, dan bangkit tanpa dendam.

Langit Tidak Menyimpan Dendam

“Memaafkan itu bukan membenarkan yang menyakitimu. Memaafkan adalah menyelamatkan dirimu dari menjadi orang yang sama gelapnya.” . Langit Jakarta sore
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 3, 2026
Cerpen urban emosional tentang gelar, ambisi, pengkhianatan, dan kehilangan—mengajak kelas menengah atas menata ulang makna sukses, waktu, dan kesehatan.

Gelar di Dinding Retak

“Gelar bisa digantung rapi di dinding, tapi hidup tetap punya cara sendiri untuk mengetuk—kadang lewat retak yang paling sunyi.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 2, 2026
Cerpen “Lantai Tigapuluh Tiga” tentang karier, intrik bisnis, tekanan investor, dan keluarga urban—ketika integritas diuji dan pulang jadi keputusan.

Lantai Tigapuluh Tiga

“Lantai tigapuluh tiga mengajariku satu hal: semakin tinggi kita naik, semakin mudah kita lupa cara pulang.”“Di kota, orang dewasa tidak
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   March 1, 2026
Cerpen emosional tentang luka keluarga, disiplin tanpa pelukan, label “anak sial”, dan perjalanan Jayeng memutus pola menjadi rumah yang hangat dan kuat.

Katalog di Lemari Retak

“Ada rumah yang rapi, tapi tidak hangat. Ada doa yang panjang, tapi tidak memeluk.”“Kadang luka paling dalam tidak berteriak; ia
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   February 26, 2026
Cerpen getir tentang anak ketiga keluarga kelas menengah atas urban, luka masa kecil, favoritisme, dan upaya memutus pola demi cinta yang lebih manusiawi.

Sisa Cinta di Antara Nota Belanja

“Di beberapa rumah, cinta tidak pernah diucapkan dengan kata-kata. Ia tidak hadir dalam pelukan panjang atau kalimat manis sebelum tidur.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   February 25, 2026
  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • …
  • 144
  • »

Search

My Recent Post

  • Belajar Menyendiri
  • Satu Atap Dua Dunia
  • Sebelum Retak Membesar
  • Katalog yang Tak Pernah Dibaca
  • Lilin yang Belajar Padam
  • Istana di Bulan
  • Sisa yang Tersisa
  • Langit Tidak Menyimpan Dendam
  • Gelar di Dinding Retak
  • Lantai Tigapuluh Tiga

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top