Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen emosional berlatar urban Indonesia: karier, bisnis, dan duka yang mengubah arah hidup. Belajar melepas, bersyukur, dan pulang pada yang penting.

Sebelum Kota Benar-Benar Pulang

“Bahagia itu bukan soal menambah yang baru, melainkan berani melepas yang sudah pergi, mensyukuri yang masih tinggal, lalu menatap hari
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 22, 2026
Cerpen sastra urban berlatar Kota Malang tentang integritas, bisnis, dan relasi dewasa—kisah sunyi tentang kejujuran dan jalan pulang pada diri sendiri.

Yang Tidak Hangus oleh Api

Ada hati yang tak bisa dibakar oleh amarah, dan tak bisa dibasahi oleh air mata orang lain—karena ia belajar menjadi
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 21, 2026
Cerpen urban emosional tentang telepon 40 detik, penolakan karier, dan kebangkitan batin kelas menengah atas Jakarta yang reflektif, edukatif, solutif.

Telepon Empat Puluh Detik

Pagi di Jakarta itu selalu punya cara sendiri untuk terlihat “baik-baik saja”. Seolah kemacetan, target, notifikasi, dan janji-janji rapat yang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 20, 2026
#CerpenKompas #CerpenUrban #CerpenIndonesia #KelasMenengahAtas #Karier #Ambisi #Networking #Bisnis #Edukasi #RefleksiHidup #HealingJourney #SelfRespect #Kebermanfaatan #Storytelling #Emosional

Kota yang Menyalakan Lampu Tapi Sering Memadamkan Orang

“Ambisi yang sehat tidak sedang mengejar pujian—ia sedang mengejar bukti. Tapi jangan sampai bukti itu dibangun dari tubuh yang kau
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 19, 2026
Cerpen emosional berlatar kota Indonesia: Jayeng membangun bisnis edukasi, diuji oleh pengkhianatan partner, lalu memilih integritas dan empati.

Menjaga

“Sifat manusia bukan paling mudah terbaca saat ia sedang bahagia—melainkan saat ia kecewa, saat ia tidak diuntungkan, saat ia merasa
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 18, 2026
Cerpen tentang seorang profesional kota yang memilih menepi tanpa pergi—di tengah rapat, ambisi, dan manipulasi, ia belajar menjaga nurani dan rumah batin.

Menepi Tanpa Pergi

“Ada musuh yang tak perlu kau kalahkan dengan suara keras.Ia cukup dipermalukan oleh satu hal yang tak ia punya: kerendahhatian.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   January 16, 2026
  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • …
  • 140
  • »

Search

My Recent Post

  • Aspirasi
  • Bebas
  • Tapal Batas
  • Belajar Tinggal Bukan Pergi
  • Kaca Tanpa Suara
  • Belajar Berhenti Mengejar
  • Sebelum Kota Benar-Benar Pulang
  • Yang Tidak Hangus oleh Api
  • Telepon Empat Puluh Detik
  • Kota yang Menyalakan Lampu Tapi Sering Memadamkan Orang

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top