“Segala yang merusak hidup sering datang tanpa teriak—ia menyamar sebagai hal yang biasa.” . Jakarta malam itu tidak sedang marah.
“Dalam hidup yang bising, bukan semua suara pantas diikuti. Ada kalanya, keselamatan batin ditentukan oleh siapa yang berani kita dengar.”
“Kadang kita baru paham arti hidup ketika melihat: satu kalimat kecil dari kita ternyata menyelamatkan seseorang yang nyaris tenggelam.”“Pengaruh terbaik
“Kenyang itu bukan cuma urusan perut. Ada jiwa yang juga bisa kelaparan—ketika yang kita tonton, kita dengar, kita baca, dan
“Yang paling berbahaya bukanlah kehancuran yang terlihat,melainkan keteraturan yang tak lagi bertanya untuk apa ia dijaga.” . Jayeng selalu percaya,
“Ada bab yang harus ditutup bukan karena kalah, melainkan karena kita akhirnya memilih bernapas.” . Malam itu Jakarta seperti menahan