Home sastra indonesia Halaman 2
“Tahun ini membuka mataku: aku melihat siapa yang mencintaiku, dan siapa yang hanya mencintai manfaat dariku. Kejernihan itu menyakitkan—tapi menyelamatkan.”
“Kadang yang paling mewah bukan yang kita kejar, melainkan yang masih bisa kita lakukan: melihat, berjalan, bernapas, dan tidur dengan
“Pelajaran paling mahal bukan tentang siapa yang mengkhianatimu,melainkan kapan kamu akhirnya berhenti menyuapi harapan yang tidak lapar.” . Kota ini
“Ada orang yang berjalan dengan data, ada yang berjalan dengan air mata.Kota menuntut keduanya; tanpa itu, kita hanya menambah reruntuhan.”
“Nyaman itu enak, tapi perkembangan lahir dari tekanan. Kurangi bicara, perbanyak mendengar; karena yang paling pelan sering kali paling dalam.”
“Ada saatnya berhenti memberi hormat pada yang tak tahu cara menghargai;sebab batas bukanlah dinding kebencian, melainkan pagar untuk menjaga damai