“Kadang-kadang yang paling menyakitkan bukan kehilangan seseorang, melainkan kehilangan versi diri kita yang dulu begitu yakin akan dicintai.” . Di
“Suatu hari nanti kamu akan takjub menyaksikan bagaimana Tuhan membalikkan keadaanmu dalam sekejap—hanya untuk menjawab doa-doa yang selama ini kamu
“Orang yang salah sering datang di musim tenang, lalu pergi meninggalkan badai. Tapi orang yang tepat justru tiba di tengah
“Segelas kopi, sepotong malam; selebihnya keberanian untuk percaya esok tetap datang.” . Hujan turun di Jakarta seperti sumbu yang dipantik.
“Takdir berjalan tanpa jadwal. Hari tua belum tentu singgah, namun kematian selalu tahu alamatnya.” . Kota yang Menelan Napas Jakarta,
“Dalam hidup yang deras, menang bukan soal siapa paling besar, melainkan siapa paling cepat belajar—lalu berani berubah tanpa kehilangan hati.”