Jeffrey Wibisono V.

Cerpen Tunda! mengisahkan anak yang menunda mimpi demi keluarga, menghadapi krisis keuangan, lalu menemukan keberanian untuk menata masa depannya.

Tunda!

“Ada anak-anak yang tidak pernah diminta berhenti bermimpi. Mereka hanya diminta menunggu, sampai akhirnya lupa kapan harus melanjutkan hidupnya sendiri.”
Nanti adalah cerpen reflektif tentang karier, keluarga, kesehatan dan makna cukup—ketika seorang pebisnis belajar bahwa keberhasilan membutuhkan kehadiran.

Nanti

“Kita terlalu sering berkata ‘nanti’ kepada orang-orang yang kita cintai, seolah-olah hidup pernah berjanji menyediakan hari esok.” . Senin pagi
Ia tidak kemaruk harta. Ia kemaruk kemungkinan. Ingin karier, bisnis, gelar, pengaruh, keluarga, ketenangan, dan tetap relevan—semuanya sekaligus. Sampai suatu hari anaknya berkata: “Ayah bukan kekurangan pilihan. Ayah cuma tidak berani melepaskan.”

Kemaruk

“Kita tidak selalu kemaruk pada harta. Kadang kita kemaruk pada kemungkinan—ingin menjadi segalanya, memiliki semuanya, dan akhirnya tidak benar-benar hadir