Jeffrey Wibisono V.

Ia tidak kemaruk harta. Ia kemaruk kemungkinan. Ingin karier, bisnis, gelar, pengaruh, keluarga, ketenangan, dan tetap relevan—semuanya sekaligus. Sampai suatu hari anaknya berkata: “Ayah bukan kekurangan pilihan. Ayah cuma tidak berani melepaskan.”

Kemaruk

“Kita tidak selalu kemaruk pada harta. Kadang kita kemaruk pada kemungkinan—ingin menjadi segalanya, memiliki semuanya, dan akhirnya tidak benar-benar hadir
Cerpen emosional tentang keluarga, cinta orang tua, dan perjalanan anak-anak dewasa di kehidupan urban Indonesia kelas menengah atas.

Nisbi

“Pada akhirnya, anak-anak bukan hanya tumbuh menjadi cermin wajah kita—mereka tumbuh menjadi jawaban atas semua luka, lelah, dan doa yang