Home hospitality Halaman 5
“Dalam hidup, kita tak selalu disukai, tak selalu dibenci.Yang penting, kita tetap berarti—meski tak selalu dihargai.” . Di langit Jakarta,
“Kalau orang tak menghargaimu, jangan marah. Itu hanya tanda kau berada di ruangan yang salah. Bukalah pintu dengan sopan, lalu
“Pada akhirnya, kita tidak benar-benar pulang ke alamat,melainkan ke diri yang berani jujur pada luka dan mimpi.” . Hujan memulai
“Berhentilah terlalu pengertian pada situasi yang tak pernah mempertimbangkanmu.Kebaikan adalah anugerah, bukan kewajiban. Arahkan kembali hangatmu kepada mereka yang memantulkannya.”
“Kadang hidup bukan menuntutmu berenang lebih cepat, melainkan mengajarimu mengapung dengan tenang—agar kau melihat arus mana yang patut diikuti, dan
“Bangkit itu bukan tentang menolak jatuh, melainkan memeluk tanah, menata ulang napas, lalu berjalan lagi—meski dunia pura-pura tidak melihat.” .