“Yang kau cari ke luar ternyata tinggal di dalam. Karena terlalu dekat, ia bersembunyi seperti kunci di saku sendiri—terasa, tapi
“Tidak ada yang lebih sunyi daripada seseorang yang menunggu dipeluk, sementara tangannya sendiri sibuk menahan darah dari luka yang lama.”
“Kadang kita merasa paling penting, padahal semesta tetap berjalan tanpa pernah menunggu kita. Tinggal kita: mau bertahan dalam rasa—atau mulai
“Kadang diam lebih nyaring dari teriakan; ia menyimpan kebenaran yang takut dilukai oleh kata.” . Hujan menggigil di Jakarta seperti
“Ada waktunya kita berhenti berbicara, bukan karena kalah, melainkan karena sadar: sebagian telinga memang ditakdirkan tak mau mendengar.” “Bahagia
“Setiap perempatan menyimpan rahasia: siapa yang berani menunggu, siapa yang diam-diam menyerah, dan siapa yang tetap melangkah meski lampu tak