Home cerpen kompas minggu Halaman 5
“Ada wajah yang tampak seperti halaman kosong—padahal di baliknya, ada huruf-huruf kecil yang hanya Tuhan sanggup membacanya.” . Ia dipanggil
“Segala yang merusak hidup sering datang tanpa teriak—ia menyamar sebagai hal yang biasa.” . Jakarta malam itu tidak sedang marah.
“Dalam hidup yang bising, bukan semua suara pantas diikuti. Ada kalanya, keselamatan batin ditentukan oleh siapa yang berani kita dengar.”
“Yang paling berbahaya bukanlah kehancuran yang terlihat,melainkan keteraturan yang tak lagi bertanya untuk apa ia dijaga.” . Jayeng selalu percaya,
Ada hidup yang rapi di kalender, tetapi berantakan di dada. Kita pandai menamai target, tapi gagap menyebut ‘pulang’. . Di
“Tahun ini membuka mataku: aku melihat siapa yang mencintaiku, dan siapa yang hanya mencintai manfaat dariku. Kejernihan itu menyakitkan—tapi menyelamatkan.”