Home cerpen kompas minggu Halaman 3
Ada hati yang tak bisa dibakar oleh amarah, dan tak bisa dibasahi oleh air mata orang lain—karena ia belajar menjadi
“Bukan peristiwa yang mengacaukan hidup kita, melainkan penilaian kita atas peristiwa itu. Dan setiap penilaian—setiap sikap—selalu menagih harga.” . Jakarta
“Pada usia tertentu, hidup tidak lagi menuntut kita menjadi benar. Ia hanya meminta kita jujur.” . Jam kota menyala di
“Ada peristiwa yang tidak meminta penjelasan,hanya meminta sikap.” Jingga membaca kabar itu ketika kota belum sepenuhnya bangun. Kopinya masih panas,
“Ada luka yang tidak butuh disembuhkan—hanya butuh diakui. Seperti daun yang gugur: ia tidak kalah, ia sedang pulang ke tanah.”
“Ada wajah yang tampak seperti halaman kosong—padahal di baliknya, ada huruf-huruf kecil yang hanya Tuhan sanggup membacanya.” . Ia dipanggil