Home cerpen kompas minggu Halaman 4
“Bahagia itu bukan soal menambah yang baru, melainkan berani melepas yang sudah pergi, mensyukuri yang masih tinggal, lalu menatap hari
Ada hati yang tak bisa dibakar oleh amarah, dan tak bisa dibasahi oleh air mata orang lain—karena ia belajar menjadi
“Bukan peristiwa yang mengacaukan hidup kita, melainkan penilaian kita atas peristiwa itu. Dan setiap penilaian—setiap sikap—selalu menagih harga.” . Jakarta
“Pada usia tertentu, hidup tidak lagi menuntut kita menjadi benar. Ia hanya meminta kita jujur.” . Jam kota menyala di
“Ada peristiwa yang tidak meminta penjelasan,hanya meminta sikap.” Jingga membaca kabar itu ketika kota belum sepenuhnya bangun. Kopinya masih panas,
“Ada luka yang tidak butuh disembuhkan—hanya butuh diakui. Seperti daun yang gugur: ia tidak kalah, ia sedang pulang ke tanah.”