Home Cerpen Indonesia
“Kadang jalan hidup tampak halus, bersih, dan meyakinkan. Padahal yang menentukan kita jatuh atau selamat bukan permukaannya, melainkan apa yang
“Yang dipamerkan belum tentu dimiliki dengan tenang.Yang dimiliki dengan tenang, sering justru tak ingin dipamerkan.Sebab pada akhirnya, manusia tidak hancur
“Ada musuh yang tak perlu kau kalahkan dengan suara keras.Ia cukup dipermalukan oleh satu hal yang tak ia punya: kerendahhatian.”
“Kadang, dengan kehilangan orang lain, kita akhirnya menemukan diri sendiri.Kedamaian bukan hadiah tahun baru; ia adalah keputusan yang diulang setiap
“Di kota yang pelan, mimpi yang bertahan bukan yang paling keras suaranya, tapi yang paling sabar menunggu hari baik.” .
“Ada kota yang tidak hanya kau tempati, tetapi juga kau izinkan tinggal di dalam hatimu. Di sanalah kau belajar pelan,