Home Cerpen Indonesia
“Di dalam laporan perusahaan, manusia disebut headcount. Di rumah, seseorang menyebutnya ayah, ibu, suami, istri, atau anak yang sedang ditunggu
“Kita tidak selalu kemaruk pada harta. Kadang kita kemaruk pada kemungkinan—ingin menjadi segalanya, memiliki semuanya, dan akhirnya tidak benar-benar hadir
“Pada suatu usia, hidup tidak lagi bertanya seberapa tinggi kita pernah berdiri. Hidup hanya ingin tahu: ketika lantai di bawah
“Hidup membentang di antara dua kerentanan: ketika kita belum menjadi siapa-siapa, dan ketika segala yang telah kita capai ternyata tidak
“Ada masa ketika hidup tidak meminta kita berlari lebih cepat. Ia hanya meminta kita berani mengakui bahwa jalan yang lama
“Pada umur tertentu, yang paling melelahkan bukan hidup sendirian. Yang melelahkan adalah terlalu lama menjadi orang yang selalu terlihat sanggup.”