Cerpen Indonesia

Cerpen BEKAL mengisahkan runtuhnya kemapanan, utang, karier dan gengsi keluarga urban yang akhirnya menemukan arti cukup, martabat dan kebahagiaan.

Bekal

“Sepanjang hidup, manusia mengumpulkan sesuatu untuk menjamin hari esok. Namun, ketika hari esok datang membawa kehilangan, barulah ia mengetahui mana
Ia tidak kemaruk harta. Ia kemaruk kemungkinan. Ingin karier, bisnis, gelar, pengaruh, keluarga, ketenangan, dan tetap relevan—semuanya sekaligus. Sampai suatu hari anaknya berkata: “Ayah bukan kekurangan pilihan. Ayah cuma tidak berani melepaskan.”

Kemaruk

“Kita tidak selalu kemaruk pada harta. Kadang kita kemaruk pada kemungkinan—ingin menjadi segalanya, memiliki semuanya, dan akhirnya tidak benar-benar hadir