Home cerpen emosional Halaman 2
“Semakin dewasa, kita belajar bahwa rumah tidak selalu runtuh karena badai dari luar. Kadang ia retak pelan-pelan karena uang, warisan,
“Kadang, yang kita sebut kekalahan hanyalah tapal batas; di baliknya ada halaman rumah kita sendiri—tempat pulang yang selama ini kita
“Tak semua luka melemahkan. Ada luka yang justru melahirkan ketangguhan.” . Kota yang Tak Pernah Tidur Jakarta di malam hari
“Segelas kopi, sepotong malam; selebihnya keberanian untuk percaya esok tetap datang.” . Hujan turun di Jakarta seperti sumbu yang dipantik.
“Hidup tak menjanjikan ulang, hanya kesempatan yang berlalu.Bila punya sedikit saja kebebasan, pakailah—sebelum jam habis.” . Malam Jakarta seperti kaca
“Yang paling ramah sering menyimpan sunyi. Yang paling mengerti orang lain kerap memeluk luka sendiri. Dan yang paling ringan tangannya