“Kita tidak pernah benar-benar tahu seberapa sempit lorong hidup seseorang, sampai kita berhenti berdiri sebagai hakim di depan pintunya.” .
“Ada perundingan yang selesai di atas meja.Ada yang baru benar-benar dimulai sesudah pintu ditutup.Tetapi yang paling sunyi, yang paling menentukan,
“Ada urusan yang tak selesai bukan karena nasib menunda, melainkan karena kita terlalu lama menyepelekan detail yang sejak awal meminta
“Di kota yang terang, orang bisa tetap gelap—bukan karena tak punya apa-apa, melainkan karena terlalu lama memaksa diri terlihat baik-baik
“Kadang, bentuk sayang paling dewasa adalah menjauh—bukan karena benci, tapi karena hidupmu tidak boleh jadi tempat sampah bagi racun orang
“Kadang yang kita perlukan bukan kecepatan untuk sampai, tapi kelengkapan untuk memahami.” . Pagi Jakarta yang sibuk memantul di kaca