Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen emosional tentang Pandhita, yang menjauh dari hiruk pikuk kota dan luka cinta demi menemukan kembali jati diri dan ketenangan batinnya.

Sepi yang Tak Lagi Diberi Nama

“Tidak semua sepi adalah ke­ka­la­han. Kadang sepi adalah ruang rawat inap bagi jiwa—tempat kita memulihkan napas, menambal luka, dan memilih
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 27, 2025
Cerpen mengharukan tentang Abimanyu, kreator muda yang dihancurkan pengkhianatan, dan perjalanannya untuk pulang ke diri yang utuh. Emosional dan menyentuh hati.

Jalan Pulang Abimanyu

“Kadang, pulang bukan ke rumah. Kadang, pulang adalah keberanian menjemput bagian dari diri kita yang pernah hilang.” “Yang patah tidak
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 27, 2025
Cerpen inspiratif tentang Reksandha, pemuda Jakarta kelas menengah atas, yang menumbuhkan kepercayaan diri sejati di tengah gemerlap kota.

Seberkas Cahaya di Ujung Jalan Thamrin

“Keberanian bukan tentang tak punya rasa takut, tapi memilih untuk tetap melangkah meski takut masih tinggal di dada.” — anonim
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 26, 2025
Cerpen inspiratif tentang Cindhe Laras dan 8 keterampilan hidup yang membawanya bertumbuh di Jakarta. Emosional, memikat, dan menyentuh hati.

Di Antara Angka, Mesin, dan Luka

“Yang tampak hebat di luar, belum tentu kuat di dalam; dan yang sederhana di luar, sering justru penuh tenaga di
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 26, 2025
Cerpen inspiratif tentang Jay, staf resort Bali yang membuktikan bahwa keilmuan hospitality sejati lahir dari hati, bukan dari teori semata.

Jejak Hati di Uluwatu

“Yang tidak terlihat seringkali yang paling terasa: niat tulus, keramahan, dan ketulusan hati.” . Di tepi tebing Uluwatu, laut seperti
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 26, 2025
Cerpen emosional tentang Tumenggung Lodra, pria karier urban yang memilih mundur dengan tenang dan menciptakan gerakan nasional bermakna. Akhir yang damai.

Langkah Terakhir Tumenggung Lodra

“Ada saatnya hidup tak meminta kita berlari, hanya duduk sejenak, menatap senja, dan menerima bahwa tak semua yang kita perjuangkan
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 25, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 77
  • 78
  • 79
  • 80
  • 81
  • 82
  • 83
  • …
  • 154
  • »

Search

My Recent Post

  • Yang Tersisa Setelah Tepuk Tangan Reda
  • Kembali Naik
  • Lapisan Mood
  • Datang Tepat Waktu
  • Jejak Tangan di Lorong Terakhir
  • Peta Tubuh, Rumah Hati
  • Ketika Nama Menemukan Pemiliknya
  • Mabuk yang Kedua
  • Kursi di Ujung Meja
  • Yang Belum Dicentang

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top