Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen filmis penuh motivasi dan harapan tentang makna kepemimpinan sejati di tengah krisis, berlatar perkotaan Indonesia, cocok untuk workshop dan pelatihan karakter.

Gunung Es di Dalam Dada

“Pemimpin yang baik tidak selalu menangis di depan orang banyak—tetapi hatinya belajar menampung air mata semua orang.” — catatan kecil
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 29, 2025
Cerpen menyentuh tentang integritas dan manajemen kualitas dalam dunia kerja modern. Satu milimeter kesalahan bisa menjadi harga dari kepercayaan yang hilang.

Satu Milimeter Saja

“Kualitas bukan soal siapa paling cepat selesai. Tapi siapa yang paling bisa dipercaya untuk tidak berbohong atas hasil kerjanya.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 29, 2025
Cerpen urban tentang Seta, pria Jakarta yang memilih berhenti menjadi versi yang selalu mengerti. Ia pergi untuk damai dan menemukan kembali dirinya sendiri.

Senyap di Ujung Kota

“Aku tidak berubah, aku hanya berhenti menjadi versi yang selalu mengerti segalanya.” . Jakarta dan Jejak Kelelahan yang Tak Terucap
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 29, 2025
Cerpen urban tentang Yudhistira, pria baik hati yang diuji dalam kerasnya dunia kerja. Saat badai datang, justru kreativitas menyelamatkannya.

Ledakan Hari Kamis

“Kadang, kita hanya perlu diam sebentar agar badai berlalu. Bukan karena lemah, tapi karena tak semua perang layak dimenangkan.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 29, 2025
Cerpen sastra urban tentang Naya, influencer hospitality yang tersingkir akibat AI, lalu bangkit kembali dan membuktikan bahwa hati lebih unggul dari algoritma.

Senyap yang Tak Pernah Mati

“Kita semua adalah pejalan. Di antara lelah dan suka, ada proses yang tak bisa dipercepat. Aku tak tahu bagaimana akhir
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 29, 2025
Cerpen filmis dan menyayat hati tentang runtuhnya hotel mewah bukan karena tamu yang hilang, tapi karena darah yang ditarik diam-diam dari dalam kantornya.

Yang Runtuh Bukan Bangunannya Tapi Hati Kami

“Tak peduli sekeras apa tawa yang dipertontonkan, derita yang disembunyikan selalu lebih nyaring terdengar oleh hati yang tulus.” . Senja
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 29, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 78
  • 79
  • 80
  • 81
  • 82
  • 83
  • 84
  • …
  • 157
  • »

Search

My Recent Post

  • Selepas Gelora
  • KEBIASAAN — Yang Diam-Diam Menulis Nasib Kita
  • Semangat Gagal
  • KESempatan KEDUA
  • Superioritas
  • Nanti
  • Headcount
  • Kemaruk
  • Versi Lain
  • Carilah!

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top