Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen emosional berlatar Jalan Ijen Malang, tentang Jatikusumo yang mencari rumah di tengah luka keluarga hingga berdamai dan menjadi rumah bagi dirinya sendiri.

Kamu adalah Rumahmu Sekarang

“Tidak semua luka butuh pelukan. Ada luka yang justru sembuh setelah kita berjalan menjauh.” . Sore itu hujan turun perlahan
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 23, 2025
Cerpen emosional berlatar Jawa, tentang cinta ibu dan anak yang tak terucap namun abadi. Kisah mengharubiru yang menyentuh hati dan penuh makna kehidupan.

Di Mana Aku Berada

“Tak semua yang setia harus selalu tampak. Kadang, ia adalah angin yang tak terlihat namun setia mengantar rindu pulang.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 22, 2025
Cerpen menyentuh hati tentang kedewasaan, keikhlasan, dan cinta yang harus dilepas. Gaya narasi mendalam seperti Tere Liye, berlatar Indonesia.

Menjadi Dewasa di Tengah Hujan

“Dewasa itu soal tahu kapan bersuara dan kapan menahan kata.Tahu kapan harus bertahan, kapan harus mundur, dan kapan rela melepas
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 22, 2025
Cerpen emosional tentang Nawang yang bangkit dari pola toxic relationship dan memilih menjaga batasan demi menyelamatkan dirinya dan masa depan anaknya.

Tumbal Pola

“Maaf itu obat, tapi pola buruk adalah penyakit. Obat tanpa perubahan hanya menunda rasa sakit.” . Malam seperti menahan napas
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 22, 2025
Cerpen emosional tentang ambisi, kehilangan, dan makna cukup. Sebuah perjalanan batin dari kota ke desa yang menyentuh hati dan membuka kesadaran.

Jangan Pernah Puas

“Selalu ada yang lebih baik—rumah lebih lega, gaji lebih tinggi, pasangan lebih pengertian, teman lebih tulus. Tapi tanpa ‘rasa cukup’,
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 22, 2025
Cerpen emosional tentang Rangga dan Laras—dua hati yang terpisah waktu namun tak pernah kehilangan arah. Kisah pulang yang menyentuh dan penuh harapan.

Di Bawah Permukaan Waktu

“Yang tumbuh paling dalam adalah yang tak pamer daun—ia menunggu angin, lalu berdiri teguh.” “Hidup bukan hanya tentang apa yang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   July 22, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 69
  • 70
  • 71
  • 72
  • 73
  • 74
  • 75
  • …
  • 144
  • »

Search

My Recent Post

  • Saatnya Terjaga
  • Belajar Menyendiri
  • Satu Atap Dua Dunia
  • Sebelum Retak Membesar
  • Katalog yang Tak Pernah Dibaca
  • Lilin yang Belajar Padam
  • Istana di Bulan
  • Sisa yang Tersisa
  • Langit Tidak Menyimpan Dendam
  • Gelar di Dinding Retak

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top