Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen filmis tentang Joko di hotel kota yang mengubah perebutan kuasa menjadi debat ide dan perbaikan proses. Menyentuh, logis, dan memanusiakan kerja.

Kota, Konflik, dan Air yang Mengalir

“Konflik bukanlah musuh. Yang menjadi musuh adalah ketika kita membiarkan ego lebih keras dari akal, dan diam lebih lantang daripada
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 21, 2025
Cerpen urban Surabaya tentang Jaya, Kuning, dan korek kayu yang menyalakan empati: perubahan, filosofi Jawa, dan keberanian menjadi manusia yang selalu baru.

Kupu-Kupu dari Api

“Kamu tidak akan pernah menemukan orang yang sama dua kali, bahkan di orang yang sama sekalipun.” . Malam itu Surabaya
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 21, 2025
Cerpen urban bergaya Kompas Minggu tentang Gen Z & Milenial di kantor Jakarta—empati, fleksibilitas, pitutur Jawa, dan kepemimpinan yang menyalakan manusia.

Kentongan di Tengah Notifikasi

“Di tengah bisingnya notifikasi, suara kayu kentongan mengingatkan: teknologi bisa menggantikan cara, tapi tidak pernah menggantikan rasa.” . Hujan baru
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 20, 2025
Kisah Umarmaya di Jakarta: memilih diam saat difitnah, menjaga jarak, dan tetap bekerja baik. Cerita mengharubiru tentang memulihkan diri di kota yang bising.

Ketika Diam Menjadi Suara

“Yang mengerti akan tetap mengerti, meski kita tak berkata apa-apa. Yang memilih buta, tak akan melihat walau kita menyalakan pelita.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 20, 2025
Cerpen urban tentang Hamzah yang belajar menetapkan batas, memutus lingkar toxic, dan pulang ke diri. Mengharubiru, logis, filmis—adaptasi nama Menak Madura.

Itu Bukan Drama, Itu Penyelamatan Diri

“Meninggalkan bukan berarti membenci; kadang itu satu-satunya cara untuk tetap hidup, dan menemukan kembali diri yang hampir hilang.” . Malam
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 20, 2025
Cerpen urban bergaya Kompas Minggu tentang Rengganis yang menemukan makna self-love: bukan kupu-kupu sesaat, melainkan sayap untuk pulang dan terbang lagi.

Pulang Dulu, Terbang Lagi

“Cinta pada diri sendiri tidak selalu memberi kupu-kupu di perut, tetapi memberimu sayap untuk pulang—dan terbang lagi.” . Pagi itu,
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 19, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 52
  • 53
  • 54
  • 55
  • 56
  • 57
  • 58
  • …
  • 144
  • »

Search

My Recent Post

  • Saatnya Terjaga
  • Belajar Menyendiri
  • Satu Atap Dua Dunia
  • Sebelum Retak Membesar
  • Katalog yang Tak Pernah Dibaca
  • Lilin yang Belajar Padam
  • Istana di Bulan
  • Sisa yang Tersisa
  • Langit Tidak Menyimpan Dendam
  • Gelar di Dinding Retak

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top