Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen urban tentang Amir yang pulang ke Madura: jendela pesawat, kota, keluarga, cinta, dan keberanian memilih “pelan” sebagai rumah bagi dirinya sendiri.

Jendela Malam, Pulang ke Dalam

“Di setiap jendela yang kita tatap, selalu ada dua dunia: satu yang terbentang di luar, dan satu lagi yang menunggu
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 5, 2025
Cerpen urban emosional ala Kompas Minggu: Raden ditikam sahabat, lahirkan “Sanggar Senyap” yang menerangi kota. Tentang diam, maaf, dan keberanian meninggalkan.

Ketika Diam Menjadi Suara

“Kadang kita baru mengenal wajah asli seseorang saat kita rela pura-pura tak paham, pura-pura kalah, dan pura-pura menunggu. Di sanalah
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 4, 2025
Tiga jiwa di Jakarta—Samad, Raden, Wandira—menemukan rumah dalam senyum, ramah, dan pertolongan kecil. Gerobak “Serambi Senyum” menyalakan harapan malam.

Serambi Senyum: Luka, Sunyi, dan Pertemuan

“Yang paling ramah sering menyimpan sunyi. Yang paling mengerti orang lain kerap memeluk luka sendiri. Dan yang paling ringan tangannya
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 4, 2025
Cerpen urban tentang Jayeng yang memilih tenang, memaafkan, dan mengubah sakit hati menjadi motivasi hingga sukses tanpa banyak bicara. Latar Jakarta, emosional.

Luka yang Menjadi Jalan

“Tenang adalah keberanian paling sunyi.Memaafkan adalah kecerdasan yang tak terlihat.Bekerjalah diam-diam—biarkan hasil yang berbicara.” . Kota ini—Jakarta—bernafas pendek. Pagi-pagi sekali,
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 4, 2025
Cerpen gaya Kompas Minggu berlatar Surabaya: Samirah membangun “Ruang Senyap”—dibenci tapi dicontoh, diremehkan namun mengejutkan. Mengharubiru dan mendalam.

Ruang Senyap di Kota yang Bising

“Kadang kamu dibenci, tapi diam-diam dicontoh.Tanpa bicara, kau bisa membuat gaduh nurani orang lain.Hiduplah tertata—bukan agar terlihat baik, melainkan agar
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 4, 2025
Cerpen urban tentang Hamza yang terlalu baik hingga diremehkan, lalu belajar batas sehat: waktu, tenaga, biaya, hati. Emosional, filmis, menyentuh sanubari.

Berbaiklah, Tapi Jangan Hilang

“Berbaiklah tanpa menghapus diri.Kebaikan yang sehat punya batas: waktu, tenaga, biaya, dan hati.Tanpa batas, kau hanya menjadi alamat singgah bagi
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 4, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 37
  • 38
  • 39
  • 40
  • 41
  • 42
  • 43
  • …
  • 137
  • »

Search

My Recent Post

  • Buku Memahami Perjanjian Pengelolaan Hotel
  • Mesin yang Batuk, Kota yang Mengajar
  • O-Ring di Dalam Dada
  • Mereka yang Datangnya Dinantikan
  • Di Antara Aman dan Benar
  • Harga Sebuah Sikap
  • Kabar yang Tak Pernah Ditanyakan
  • Tidak Gratis
  • Laut Tidak Menjawab Apa Pun
  • Negeri yang Belajar Berbicara Pelan

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top