Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen urban tentang jarak pendidikan Indonesia dan upaya menutupnya lewat bengkel teknologi, Lab Merdeka, dan kolaborasi kelas menengah atas yang solutif.

Lima Puluh Tahun di Antara Kita

“Belajar itu ibarat menanam pohon: hari ini menanam, besok menyiram, lusa masih menunggu—baru kelak ada teduh. Yang penting, jangan berhenti
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 24, 2025
Cerpen urban emosional tentang lima sahabat membangun ruang publik Jember: kopi, etika bisnis, literasi keluarga, dan cara pulang paling manusiawi.

Sikap yang Kita Simpan

“Kadang yang kita kejar bukan orangnya, melainkan versi diri yang pernah kita janjikan di hadapan cermin—yang berani jujur, bertanggung jawab,
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 23, 2025
Cerpen urban emosional gaya Kompas Minggu tentang Jayeng, Sekar, Umara—karier, bisnis, edukasi, dan seni pulang di tengah kota yang terus berlari.

Sayap untuk Pulang

“Kesetiaan bukan hanya soal tinggal, tapi tentang berani datang kembali ke diri sendiri—meski kota, karier, dan masa lalu mencoba menahannya.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 23, 2025
Cerpen urban emosional tentang Retna & Jayan: Sekolah Kota, tiga bekal—ritme, anyaman, pulang—dan makna kembali ke komitmen. Di balik jendela yang sama.

Di Balik Jendela yang Sama

“Yang paling sunyi dari kota bukanlah malamnya, melainkan hati yang pura-pura baik-baik saja di balik jendela terang.” . Pagi di
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 22, 2025
Cerpen urban tentang Panji dan kawan-kawan membangun ekosistem kota: F&B, edukasi, hotel, dan kejujuran. Mengharubiru, reflektif, solutif, penuh harapan.

Di Balik Jendela Ada Diri

“Orang kota belajar dari cahaya neon: terang bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk menunjukkan jalan pulang bagi yang lelah.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 22, 2025
Cerita urban emosional tentang lima sahabat yang membangun ruang bersama di kota: belajar, bekerja, makan, pulang—menawar bising dengan jeda yang manusiawi.

Ritme Kota, Ritme Pulang

“Di kota, suara paling bising bukanlah klakson atau mesin kafe—melainkan bisik hati yang menuntut pulang: pada diri yang pernah kita
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   October 22, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • …
  • 141
  • »

Search

My Recent Post

  • Mitokondria
  • Eksperimen
  • Jatuh Tempo: Ketika Angka Menagih Jiwa
  • Unbossing
  • Kota, Api dan Sebuah Cara Pulang
  • Perimeter
  • Ambigu
  • Menunda Bicara Kehilangan Pulang
  • Aspirasi
  • Bebas

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top