Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen emosional berlatar kota tentang Panji, Sekar, Ragil, dan Gunung—orang-orang yang saling melintas, saling mengubah arah hidup, lalu berani melepas.

Di Persimpangan Kesadaran

“Setiap orang yang singgah di hidupmu adalah cermin kecil:ada yang memantulkan lukamu, ada yang memantulkan kuatmu.Tugasmu bukan menahan mereka tetap
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   December 4, 2025
Di tengah gemerlap kota dan janji manis media sosial, Panji belajar bahwa bahasa paling jujur bukan kata-kata, melainkan perilaku yang diam-diam konsisten.

Bahasa yang Diam-diam Bersuara

Perilaku adalah bahasa paling lantang. Kata-kata bisa berputar, tetapi laku tidak pernah berbohong. . Malam turun pelan di Jakarta, seperti
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   December 3, 2025
Cerpen tentang Panji, profesional kelas menengah di kota besar yang belajar memanfaatkan pengaruh kecilnya untuk menyalakan harapan tanpa menjadi martir.

Cahaya Panji di Kota Kaca

“Tidak semua cahaya datang dari lampu jalanan.Ada yang lahir dari dada yang lelah,tapi tetap memilih menerangi orang lain dulu.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 30, 2025
Cerpen tentang Jayengrana, profesional kelas menengah Jakarta yang hampir menyerah membangun usaha impian, sampai ia belajar bahwa perjuangan adalah kunci.

Sebelum Gergaji Itu Menyala

“Kadang hidup seperti gergaji mesin: sudah berkali-kali kita tarik talinya, belum juga menyala.Yang lupa kita sadari, setiap tarikan diam-diam sedang
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 29, 2025
Cerpen tentang Panji, profesional kelas menengah kota yang kehilangan pekerjaan, gagal berbisnis, lalu menemukan ulang arah karier dan makna kehilangan.

Embun yang Tak Pernah Menetap

Karier yang runtuh bukan akhir dunia; sering kali itu hanya cara hidup menepikan yang bukan jatah kita, agar kita berani
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 29, 2025
Cerpen urban tentang Adaning, profesional sukses yang tumbang oleh burnout lalu belajar meminta maaf pada diri sendiri dan merawat jiwa di tengah ambisi kota besar.

Surat yang Tak Pernah Kukirimkan

“Kadang musuh paling kejam bukan orang lain, tapi cara kita memperlakukan diri sendiri. Maka, sebelum menuntut dunia minta maaf, belajarlah
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   November 27, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • …
  • 146
  • »

Search

My Recent Post

  • Cermin Flexing
  • Hening Dalam Gemuruh
  • Buku Namaku Adalah Identitas, Brandku Adalah Warisan
  • Pilihan Perempuan
  • Tujuh Malam untuk Pulang
  • Api yang Belajar Menjadi Lampu
  • Rasa yang Tertinggal
  • Tepuk Tangan yang Tidak Pernah Datang
  • Cermin-cermin
  • Sebelum Telepon Itu Tak Lagi Berdering

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top