Cerpen urban emosional tentang Panji yang belajar menjaga “perimeter” hidup: keluarga, tim, dan diri—di tengah ambisi kelas menengah atas Jakarta.

Perimeter

“Kadang, menjadi lelaki bukan soal menang—melainkan soal siapa yang tetap berdiri ketika ‘perimeter’ hidupmu runtuh, lalu memilih membangunnya kembali tanpa