“Kadang kita tidak kehilangan kesabaran—kita hanya akhirnya berani mengakui: nilai hidup kita selama ini terlalu sering dititipkan pada mulut orang
Ada cinta yang menyala seperti api—menghangatkan, membakar, sekaligus membutakan. Dan ada hidup yang tetap menuntut kita waras, bahkan saat hati
“Bahagia itu bukan soal menambah yang baru, melainkan berani melepas yang sudah pergi, mensyukuri yang masih tinggal, lalu menatap hari
“Kadang, senjata paling mematikan bukanlah kata-kata yang lantang, melainkan ketenangan yang tak bisa mereka beri nama.” . Hujan baru saja
“Kadang, kekuatan paling tajam bukan dari kata yang diucap, tapi dari diam yang disadari.” Di kota yang tak pernah benar-benar
“Menghargai diri sendiri bukan berarti meninggi. Itu cara paling rendah hati untuk menjaga apa yang tak terlihat: martabat, batas, dan