Home sastra urban Halaman 3
“Persahabatan yang paling jujur lahir dari kebiasaan sederhana: menyapa, mendengar, dan menunggu giliran untuk mengerti.”“Kamu boleh mengejar langit, tapi jangan
“Di kota, kita belajar mematikan notifikasi hati agar bisa bertahan. Tapi hidup baru benar-benar dimulai ketika kita berani menyalakannya kembali.”
“Di kota yang bising, kata-kata yang lembut justru paling lama tinggal di dada.” . . Pagi di Atas Trotoar Jakarta
“Hidup tidak dimulai dari yang hilang, melainkan dari keberanian menatap yang akan datang.” . Pagi di Hotel Astana terbentuk dari
“Terkadang yang kita tentang bukanlah tradisi, melainkan rasa kita yang dipaksa patuh tanpa diajak bicara.” . Langit di atas lobi
“Berubah bukan soal meninggalkan, tapi memilih arah baru agar tetap bisa bertumbuh.” . Hujan di Jakarta turun seperti kalimat yang