“Di kota, kita belajar mematikan notifikasi hati agar bisa bertahan. Tapi hidup baru benar-benar dimulai ketika kita berani menyalakannya kembali.”
“Di kota yang bising, kata-kata yang lembut justru paling lama tinggal di dada.” . . Pagi di Atas Trotoar Jakarta
“Hidup tidak dimulai dari yang hilang, melainkan dari keberanian menatap yang akan datang.” . Pagi di Hotel Astana terbentuk dari
“Terkadang yang kita tentang bukanlah tradisi, melainkan rasa kita yang dipaksa patuh tanpa diajak bicara.” . Langit di atas lobi
“Berubah bukan soal meninggalkan, tapi memilih arah baru agar tetap bisa bertumbuh.” . Hujan di Jakarta turun seperti kalimat yang
“Keintiman bukan tentang tubuh yang bersentuhan, tapi tentang hati yang tak saling menjauh meski tahu luka terdalam satu sama lain.”