Home sastra urban Halaman 2
Ada hidup yang rapi di kalender, tetapi berantakan di dada. Kita pandai menamai target, tapi gagap menyebut ‘pulang’. . Di
“Pelan itu bukan lamban. Pelan adalah cara hati memberi waktu pada diri sendiri—agar tidak meledak, tidak menyerah, dan tidak kehilangan
“Jika engkau keras kepala di dunia yang cepat berubah, lunakkan hatimu dengan menyimak umur orang lain.”— Pesan dari seorang Mbah
“Kadang yang kita perlukan bukan kecepatan untuk sampai, tapi kelengkapan untuk memahami.” . Pagi Jakarta yang sibuk memantul di kaca
“Takdir berjalan tanpa jadwal. Hari tua belum tentu singgah, namun kematian selalu tahu alamatnya.” . Kota yang Menelan Napas Jakarta,
“Pergaulan sejati bukan tentang siapa yang paling sering bicara, melainkan siapa yang berani mendengarkan.”“Tawa rekan kerja kadang lebih menyembuhkan daripada