Home sastra urban
“Segala yang merusak hidup sering datang tanpa teriak—ia menyamar sebagai hal yang biasa.” . Jakarta malam itu tidak sedang marah.
“Dalam hidup yang bising, bukan semua suara pantas diikuti. Ada kalanya, keselamatan batin ditentukan oleh siapa yang berani kita dengar.”
“Kadang kita baru paham arti hidup ketika melihat: satu kalimat kecil dari kita ternyata menyelamatkan seseorang yang nyaris tenggelam.”“Pengaruh terbaik
Ada hidup yang rapi di kalender, tetapi berantakan di dada. Kita pandai menamai target, tapi gagap menyebut ‘pulang’. . Di
“Pelan itu bukan lamban. Pelan adalah cara hati memberi waktu pada diri sendiri—agar tidak meledak, tidak menyerah, dan tidak kehilangan
“Jika engkau keras kepala di dunia yang cepat berubah, lunakkan hatimu dengan menyimak umur orang lain.”— Pesan dari seorang Mbah