Home sastra kontemporer
“Ada hati yang tidak pecah karena kerasnya hidup,melainkan karena terlalu lama berpura-pura kuat.Dan ada jiwa yang akhirnya sembuh,bukan karena dunia
“Ada orang-orang yang hidupnya tidak pernah benar-benar mudah. Bukan karena mereka kurang pintar, melainkan karena nasib hanya mau membuka pintu
“Di kota, topeng paling rapi pun akan retak saat perut lapar, badan lelah, dan masa depan terasa terancam. Saat itu,
“Kehadiran adalah bisikan lembut yang sering kita abaikan, hingga keheningan mengajarkan betapa riuhnya arti kehilangan.” “Kehadiran sejati tak diukur dari
“Kadang, untuk menemukan arah pulang, seseorang harus tersesat begitu jauh—hingga ia tak lagi mengenali siapa dirinya.” Langit Jakarta di bulan